Jumat, Juli 19, 2024
BerandaBulelengTersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi Dana APBDes Temukus Dilimpahkan

Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi Dana APBDes Temukus Dilimpahkan

BULELENG, balipuspanews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng akhirnya menerima pelimpahan tersangka Made EG,37, dan barang bukti perkara tindak pidana dugaan korupsi (Tipikor) penyalahgunaan Dana APBDes Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Kamis (12/10/2023).

Kasi Intel Kejari Buleleng, Ida Bagus Alit Ambara Pidada menerangkan, usai dilakukan penyerahan tahap dua oleh penyidik Polres Buleleng kepada JPU tersangka Made EG saat langsung ditahan di Rutan Lapas Kelas II B Singaraja dengan status sebagai tahanan jaksa.

“Kita terima berkas dengan tersangka kasus korupsi dana APBDes Temukus tadi pagi (Kamis). Tersangka Made per hari ini sampai 20 hari ke depan ditahan di Lapas Singaraja dengan status tahanan kejaksaan,” ungkapnya.

Alit mengatakan, tersangka Made EG yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara desa atau Kaur Keuangan di Pemerintah Desa Temukus diduga nekat melakukan perbuatan menyalahgunakan Dana APBDes Temukus dan berdasarkan hasil perhitungan inspektorat terdapat kerugian keuangan negara sejumlah Rp 255.183.950,00.

“Tersangka diduga menggunakan dana kas Desa Temukus untuk kepentingan pribadi sejak 2 Februari sampai Oktober 2021. Modus tersangka yakni memalsukan tandatangan dan sejumlah dokumen agar tidak dicurigai dan untuk mempermudah mencairkan kas desa,” jelasnya.

BACA :  Berdayakan UMKM, Wabup Suiasa Launching Program Sidi Kumbara

Akibat perbuatannya itu, Made EG dijerat dengan pasal 2, pasal 3 , Pasal 8, Pasal 9, Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan diperbaharui dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP karena dilakukan berulang kali, dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Bendahara Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng sejak Februari sampai Oktober 2021 hanya karena kepepet untuk membayar pinjaman online (Pinjol).

Tersangka diduga nekat menilep dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2021 dengan memalsukan tanda tangan Perbekel Desa Temukus dan membuat Surat Permintaan Pembayaran (SPP) fiktif. Bahkan tersangka juga nekat membuat rekening koran palsu digunakan sebagai dasar pelaporan realisasi APBDes semester pertama tahun 2021 supaya aksinya tidak diketahui.

BACA :  Gara-gara Intip Tetangga Kos, Pria Ini Dipolisikan

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular