Tersangka Pembunuhan di Kubuanyar Mengaku Gelap Mata Tebas Korban Hingga Tewas

Tertunduk tersangka pembunuhan di Desa Kubutambahan saat dihadirkan kepada awak media
Tertunduk tersangka pembunuhan di Desa Kubutambahan saat dihadirkan kepada awak media

BULELENG, balipuspanews.com – Kasus pembunuhan terhadap korban bernama Gede Mertayasa alias Tangkas,38, akhirnya terungkap bahwa tersangka Ketut Mudrayasa alias Anton,35, melakukan pembunuhan secara keji tersebut dengan alasan korban yang saat itu datang kerumah pelaku yang berlokasi di Dusun Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan dengan marah-marah.

Akan tetapi tepat saat itu pula tersangka yang saat didatangi sedang membuat alat pancing sambil menkonsumsi alkohol dan korban marah-marah mendatangi tersangka, akhirnya karena merasa terdesak serta kalah postur tubuh pelaku tiba-tiba mengambil sebilah caluk (sabit besar) dan menikam korban secara bertubi-tubi.

BERITA TERKAIT:

Kasat Reskrim Polres Buleleng Vicky Tri Haryanto mengatakan bahwa akibat perbuatan tersangka diduga melanggar rumusan primer pasal 338 KUHP dan Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun Penjara. Melihat pasal tersebut maka dengan demikian pelaku harus bersiap mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancam hukuman 15 tahun penjara.

“Akibat perbuatan itu ya pelaku terancam hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” singkatnya.

Lebih jauh diterangkan bahwa kronologis awal kasus bermula dari korban yang mendatangi rumah tersangka, sesampai di rumah tersangka korban mendapati pelaku sedang membuat alat pancing sembari mengkonsumsi alkohol.

Korban yang datang dengan marah-marah membuat tersangka merasa terdesak. Kondisi itu kemudian di manfaatkan oleh tersangka yang juga kalah postur, akhirnya mengambil sebilah caluk (sabit besar) dan menikam korban secara bertubi-tubi.

“Menurut pengakuan tersangka, korban mendatangi pelaku dan menanyakan permasalahan sehingga terjadi cekcok dan terjadi perkelahian. Karena badan korban besar, karena merasa terdesak akhirnya tersangka mengambil sebilah caluk,” imbuhnya.

Disisi lain, tersangka Ketut Murdayasa mengakui bahwa dirinya gelap mata saat korban yang datang ke rumahnya dengan cara mendobrak pintu kemudian memukulnya. Karena kalah postur dan terdesak tersangka mengambil senjata tajam dan melesatkan ke korban secara membabi buta.

Selain itu saat ditanya awal permasalahannya korban dan tersangka diakui bermula pada saat pergantian tahun dimana korban menuduh tersangka menyalakan kembang api yang saat itu diakui tersangka bahwa bukan dirinya yang menyalakan kembang api dan korban tidak terima akhirnya menjadi dendam berkepanjangan.

“Awalnya saya dicari ke rumah, pintu langsung di dobrak. Langsung memukul dua kali di bagian dada. Dulu pernah saya dituduh meledakkan kembang api pas pergantian tahun tapi itu bukan saya yang meledakkan tapi korban tak percaya,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan