Tersangka Penganiayaan di Kubuanyar Bisa Pidana Belasan Tahun Hingga Pidana Mati

Ilustrasi
Ilustrasi

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah melakukan penganiayaan secara keji yang berlokasi di Dusun Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan akhirnya Ketut Mudrayasa alias Anton,35, menyerahkan diri di Mapolsek Kubutambahan, pelaku yang telah menghabisi korban bernama Gede Mertayasa alias Tangkas,38, dengan begitu kejinya saat ini sudah dialihakan ke hotel prodeo milik Mapolres Buleleng dan sudah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasusnya tersebut terhadap tersangka Anton kemungkinan akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. Namun polisi tidak menutup kemungkinan akan menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pidana mati atau atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun, tergantung hasil penyelidikan.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu I Gede Sumarjaya menerangkan, kasus penganiayaan secara keji ini tengah diproses oleh Satuan Reskrim Polres Buleleng dengan tepat dan teliti. Kemudian penyidik masih berupaya menggali keterangan saksi-saksi yang mengetahui informasi saat kejadian berlangsung.

Saat ini diakuinya bahwa saat peristiwa berlangsung diduga ada sejumlah lima orang yang berada di tempat kejadian. Mereka adalah keluarga dan teman tersangka yang tanpa ampun menyerang korban.

“Saat ini kami memeriksa lima saksi yang diduga mengetahui dan melihat kejadian,” singkatnya, Selasa (17/11/2020).

Saat ditanya langkah berikutnya dirinya menambahkan pihak kepolisian akan melakukan pengembangan terhadap kasus penganiayaan berujung maut tersebut untuk mengetahui motif dan penyebab di balik penyerangan yang dilakukan tersangka tepat di depan pintu masuk rumahnya.

“Terkait motif masih akan kami kembangkan, setelah pemeriksaan saksi-saksi,” tambahnya.

Tak hanya itu dari perkembangan sejauh ini pihaknya menyampaikan baru ada satu pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Akan tetapi dirinya tak menampik jika nantinya bisa ada kemungkinan penambahan tersangka.

“Sementara ini ada satu orang pelalu yang diduga melakukan tindak pidana. Nanti akan kami lakukan pendalaman lagi,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan