Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaJembranaTerseret Arus Usai Menjaring Ikan, Kakek Tewas Tenggelam

Terseret Arus Usai Menjaring Ikan, Kakek Tewas Tenggelam

JEMBRANA, balipuspanews.com– Meski sudah diteriaki banyak orang agar INS, tidak menyeberangi muara Pantai Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana yang arusnya deras, namun dia tetap nekat.

Akibatnya kakek berusia 70 tahun warga Banjar Sari Kuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana itu hanyut terseret arus dan tewas tenggelam.

Sebelum mengalami peristiwa naas itu, pada Minggu (7/5/2023) sekitar pukul 11.00 Wita, korban menjemput IGSW,35, dirumahnya di Banjar Sari Kuning, Desa Tukadaya untuk diajak pergi menjaring ikan di pinggir Pantai Candikusuma.

Mereka kemudian berangkat dengan sepeda motor ke Pantai Candikusuma lalu bersama-sama menjaring ikan di pantai dengan menyeberangi muara pantai yang arusnya saat itu masih kecil.

Sekitar pukul 13.45 wita SW sudah selesai menjaring ikan dan mendahului menyeberangi muara pantai saat arus air masih kecil. Lalu dia menuju lokasi parkir sepeda motornya.

Sekitar pukul 14.00 Wita SW melihat korban yang sudah selesai menjaring ikan dan hendak kembali menyeberangi muara pantai yang arusnya sudah deras.

BACA :  Selidiki Helikopter Jatuh, Tim Investigasi Turun ke Lokasi

“Saat itu banyak orang yang meneriaki korban untuk tidak menyeberang namun korban tetap nekad menyeberangi muara tersebut,”ujar  Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim.

Saat menyeberangi muara itu, tiba-tiba Sirka hilang terseret arus. Melihat ada orang tenggelam warga kemudian berusaha melakukan pencarian.
Kemudian sekitar pukul 14.15 Wita, SH,43, warga Banjar Melaya Tengah Kaje, Desa  Melaya yang saat itu berada di pinggir Pantai Candikusuma melihat tubuh korban muncul di permukaan pantai dalam posisi tersangkut di tali keramba.

Dia kemudian bersama dua orang temannya berusaha menyelamatkan korban dengan menyusuri tali keramba.

“Akhirnya korban berhasil didapat dan dievakuasi ke pinggir pantai dan kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,”ungkapnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka oleh keluarganya di Banjar Sarikuning Tulungagung. Dari pemeriksaan petugas medis bersama Tim Inafis Polres Jembrana korban yang saat tenggelam memakai baju warna kaos biru lengan panjang, celana pendek warna orange memiliki riwayat penyakit prostat.

Tidak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban dan ada lebam mayat di pinggang dan punggung.

BACA :  Pujawali di Pura Dang Kahyangan Jati

“Dengan adanya kejadian tersebut dari pihak keluarga mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi,”terangnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular