Tersinggung Komen Akun Nyoman Nyineb Wangsa, Melapor ke Bawaslu

NEGARA, balipuspanews.com- Bawaslu Jembrana kembali menerima laporan dari warga, Rabu (2/12). Perwakilan umat Muslim dan Hindu melapor ke Bawaslu karena merasa tersinggung dengan komen akun facebook (fb) Nyoman Nyineb Wangsa karena berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan kerukunan umat beragama di Jembrana.

Sebelum melapor mereka lebih dahulu mengadu ke posko paket Kembang Hartawan – Ketut Sugiasa (Bangsa) guna berkonsultasi serta meminta perlindungan hukum. Di posko paket Bangsa, mereka menyampaikan komentar akun fb Nyoman Nyineb Wangsa yang membuat warga Muslim dan warga Hindu gerah, itu yakni “Kita Paket Bangsa Akan Menunjukan Tanpa Suara Muslim Pasti Kan Menang Telak”.

“Kami yakin itu akun provokator yang mau memecah belah persatuan dan keharmonisan umat beragama di Jembrana. Kami yakin paket Bangsa tidak seperti itu karena sudah terbukti mengayomi semua umat di Jembrana dan hingga kini toleransi masih terjalin dengan sangat baik,” ujar Taufiq, salah satu warga asal Desa Banyubiru, Negara.

Karena itulah, perwakilan warga Muslim yang ada di Jembrana sangat keberatan dengan komen akun fb Nyoman Nyineb Wangsa tersebut dan akan melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

“Kami melapor juga bersama warga Hindu karena warga Hindu juga keberatan dengan komen tersebut,” ucapnya.

Putu Budi Antara, menambahkan komen akun fb Nyoman Nyineb Wangsa yang bersifat memecah-belah persatuan dan keharmonisan umat beragama di Jembrana sangat disayangkan karena komen tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab sehingga menjadi viral, dan menimbulkan kegaduhan.

“Karena itulah, saya sebagai warga Hindu juga akan melaporkan akun fb Nyoman Nyineb Wangsa ke Bawaslu,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan paket Bangsa Ni Made Sri Sutharmi dan Ketua Tim IT Ketut Suastika mengatakan isu sara ini sudah meresahkan sehingga pihaknya meminta tim hukum untuk melaporkan status akun Nyoman Nyineb Wangsa ke Bawaslu.

“Kami sebagai tim pemenangan tidak pernah menginstruksikan apalagi memerintahkan pembuatan status-status seperti itu di media sosial apalagi mengarah ke sara. Dan kami yakin akun itu bukan dari tim kami dan juga bukan dari kami,” jelasnya.

Menurutnya paket Bangsa juga memiliki relawan militan dari umat muslim dan mereka mendesak untuk melaporkan ke Bawaslu.

“Kami tidak ingin pemilu di coreng dengan isu-isu sara,” ujarnya.

I Wayan Sudarsana, SH selaku Tim Kuasa Hukum, usai melapor mengatakan berdasarkan regulasi Bawaslu nomer 8 tahun 2020 disana ada tahapan tentang penanganan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan seterusnya, maka acuan itulah yang dijadikan dasar mereka melakukan proses hukum.

“Kami antarkan mereka datang ke Bawaslu untuk melaporkan adanya akun-akun yang sekiranya ini bisa memecah belah keharmonisan antar umat di Jembrana,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan, laporan dari berbagai elemen warga itu diwakili oleh 6 orang pelapor. Mereka merasa dirugikan serta menilai ada pembalikan fakta, terkesan ada isu sara dan juga menyangkut nama calon dengan menyampaikan kata-kata tidak pantas.

“Hari ini kita terima laporannya dan kami masih mempunyai waktu selama dua hari untuk mengkaji,” ucapnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka