Tertibkan Baliho Yang Menggangu Keindahan Kota, Satpol PP Buleleng : Ini Terus Berlanjut

Personel Satpol PP Buleleng menurunkan baliho di Wilayah Kota Singaraja
Personel Satpol PP Buleleng menurunkan baliho di Wilayah Kota Singaraja

BULELENG, balipuspanews.com – Sebanyak 75 atribut yang izinnya sudah habis dan dianggap mengotori Kota Singaraja ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng penertiban itu yang dilangsungkan selama enam hari.

Hampir setiap harinya puluhan atribut yang dipasang secara sembarangan di beberapa tempat umum dan dianggap mengotori pemandangan kota, terus ditertibkan.

Kepala Satpol PP Buleleng, I Putu Artawan menyebutkan keseluruhan atribut yang berhasil ditertibkan selama kurun waktu tersebut dengan rinciannya sebanyak 46 buah banner, 21 buah baliho, dan 8 buah spanduk.

Dimana dari keseluruhan tersebut keberadaannya dianggap telah mengganggu keindahan kota, ini disebabkan pemasangannya ada di tempat-tempat seperti di tiang listrik, pepohonan, hingga fasilitas umum.

“Semua dipasang di tempat-tempat umum seperti tiang listrik, tiang telepon, dan di tempat-tempat yang sudah tentu dapat mengotori pemandangan kota, dan mengganggu ketertiban serta izinnya sudah habis tentu itu yang kami tertibkan,” jelasnya, Selasa (19/01/2021).

Kegiatan penertiban itu tidak dilakukannya sendiri, namun berlangsung bersama TNI-Polri, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) sejak tanggal 11 hingga 16 Januari kemarin. Hingga sekarang puluhan atribut yang ditertibkan langsung diangkut ke mobil dan dikandangkan ke kantor Satpol PP.

Mengingat kegiatan penertiban ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Sekda Provinsi Bali Nomor 893/131/SET/SATPOL PP yang diedarkan sepekan yang lalu. Dimana didalamnya seluruh Kabupaten harus melakukan penertiban baliho, spanduk, dan atribut lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang mengganggu keindahan wajah kota.

Namun, tetap dalam kegiatan penertiban kali ini tidak semua atribut yang dianggap mengotori wajah kota, bisa diturunkan. Itu disebabkan karena ada beberapa atribut yang dipasang di tempat yang sulit dijangkau petugas Satpol PP.

“Sudah barang tentu masih ada beberapa yang belum bisa diturunkan karena terpasang cukup tinggi, termasuk di beberapa wilayah yang belum terpantau,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan