Tertutup Longsor, Dewan Buleleng Desak Pihak Terkait Segera Tangani Saluran Irigasi di Desa Rangdu

Dewan Buleleng saat memantau langsung salah satu saluran irigasi yang tertutup longsor di Desa Rangdu, Seririt
Dewan Buleleng saat memantau langsung salah satu saluran irigasi yang tertutup longsor di Desa Rangdu, Seririt

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah mendapat laporan dari masyarakat soal tertutupnya saluran irigasi induk yang ada di Desa Rangdu, Kecamatan Seririt, akibat adanya bencana longsor.

Dewan Buleleng melalui Komisi II dan I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng melakukan pemantauan, Selasa (19/01/2021), guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang didapat sebelumnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun longsoran sepanjang 30 meter yang terjadi sebelumnya, kemudian menutup saluran induk irigasi yang terletak di perbatasan Desa Rangdu dan Desa Mayong, saluran ini diketahui berfungsi untuk mengairi empat subak yang ada yakni Subak Rangdu, Subak Ringdikit, Subak Tegal Tua Bubunan, dan Subak Tegal Anyar Bubunan.

Melihat kondisi itu, sudah barang tentu mendapat perhatian serius dari Para Wakil Rakyat Buleleng. Pasalnya dari hasil pantauan di lapangan terdapat kurang lebih 150 hektar tanaman padi terancam gagal panen akibat adanya peristiwa tersebut. Sehingga hal ini akan berpengaruh besar terhadap hasil panen dari para pemilik lahan yang ada di desa itu.

Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa, disela-sela kunjungannya meyampaikan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan bersama Dinas PUPR untuk memastikan nantinya saluran irigasi yang terdampak longsor di Desa Rangdu, yang terjadi tanggal tepat, pada Rabu (6/01/2021) lalu.

Sudah barang tentu harus segera mendapat penanganan pihak terkait, apapun upayanya, Pemerintah Daerah harus segera bertindak terkait hal itu.

Sehingga dalam waktu dekat ini air yang biasanya dipakai warga dapat disalurkan kembali ke masing-masing subak yang terdampak. Sebagai langkah awal pihaknya melalui Komisi II akan segera melakukan koordinasi guna menentukan langkah-langkah berikutnya.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan para pihak terkait baik dengan dinas PUPR maupun dengan BPBD Kabupaten Buleleng untuk menentukan langkah-langkah penanganan,” jelasnya, Rabu (20/01/2021).

Maka apa yang dilakukan selanjutnya tidak lepas dengan harapan dari para petani setempat seperti yang di katakan Ketut Surama yang berharap agar hal ini segera ditangani oleh pemerintah, sehingga sawahnya dapat terairi kembali.

Disisi lain, Kepala Desa Rangdu, Made Gargita Yadnya mengaku berterimakasih atas kunjungan para Wakil Rakyat ke Desanya, dengan begitu memang para wakil rakyat khususnya di DPRD Buleleng sangat respek dan peduli terhadap masyarakat. Ini dibuktikan dengan cepatnya mendengar aspirasi atau laporan dari permasalahan yang dialami warganya.

“Mudah-mudahan apa yang diharapkan masyarakat kami segera dapat diwujudkan walaupun baru sebatas perbaikan darurat yang penting air dapat mengalir dulu ke sawah-sawah mereka,” harapnya.

Setelah selesai melaksanakan kunjungan tersebut rombongan Dewan akan segera melaksanakan koordinasi dengan pemerintah Kecamatan Busungbiu terkait dengan musibah longsor yang terjadi di Desa Sepang guna menentukan langkah-langkah kordinasi dengan Dinas terkait sehingga penanganannya dapat segera dilaksanakan dan ditangani dengan baik.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan