Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengTerungkap, Ini Peran Kedua DPO Perburuan Liar Belasan Hewan di TNBB

Terungkap, Ini Peran Kedua DPO Perburuan Liar Belasan Hewan di TNBB

BULELENG, balipuspanews.com – Satreskrim Polres Buleleng akhirnya mengungkapkan peran kedua pelaku DPO perburuan liar di kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Banjar Dinas Tegal Bunder, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak. Pelaku Ketut ST,31, berperan sebagai penembak hewan. Sedangkan MH,23, membantu perburuan.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menerangkan, dua dari empat pelaku perburuan liar pada pertengahan Oktober 2023 lalu yang menjadi DPO akhirnya telah berhasil ditangkap Tim Khusus Bhayangkara Goak Poleng. Selama enam bulan berstatus DPO keberadaan kedua pelaku di luar Bali akhirnya diketahui, Ketut pun ditangkap di
Wilayah Kecamatan Bangsring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/4/2024). Sedangkan MH, ditangkap pada Kamis (18/4/2024) sekitar pukul 10.10 WITA ketika pulang kampung merayakan Idul Fitri di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

“Sebelumnya ada info Ketut kabur ke wilayah Sulawesi Tengah, tapi saat dijajagi ternyata sudah ke Bali. Tim Bhayangkara Goak Poleng akhirnya menangkap Ketut di Banyuwangi, sedangkan MH ditangkap di rumahnya. Kami juga sudah amankan barang bukti baru yakni sepucuk senapan angin yang dipakai menembak belasan hewan di TNBB,” terangnya saat ditemui Senin (22/4/2024).

BACA :  Penghijauan di Puncak Landep, BMI Buleleng Tanam Pohon Langka

AKBP Widwan Sutadi menambahkan, setelah diperiksa keduanya mengakui perbuatannya, dimana Ketut berperan sebagai penembak lalu MH membantu berburu.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat pasal 40 ayat 2 Junto pasal 21 ayat 2 dan pasal 33 ayat 3 UUD RI nomor 5 tahun 1940 tentang KSDA junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP yang berbunyi setiap orang dilarang menangkap, melukai, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan mati. Keduanya pun berpeluang terkena hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Sementara itu, pengakuan Ketut kepada awak media, dirinya telah melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali. Hasil dari perburuan liar tersebut akhirnya dibawa ke rumah lalu dijual ke tetangga disekitar dengan harga Rp 50 ribu per porsi dan uangnya pun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini yang ketiga kalinya, hasil buruan saya pakai sendiri dan dijual ke tetangga dengan harga Rp 50 ribu per porsi. Tidak (kabur ke Jawa, red) Jadi saya kabur langsung ke Denpasar terus menuju Makassar dengan menaiki pesawat karena merasa sudah aman saya balik ke Bali,” terang dia.

BACA :  KPU Karangasem Nyatakan Berkas Dukungan Calon Perseorangan Lolos Verifikasi Administrasi

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang pelaku pemburuan liar satwa TNBB I Ketut dan MH ditetapkan sebagai DPO oleh Polres Buleleng. Mereka kabur setelah aksinya dipergoki petugas di kawasan TNBB di wilayah Banjar Dinas Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Perburuan liar itu dilakukan empat orang pelaku pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Dari kasus ini, sebanyak 11 ekor kijang, 3 babi hutan dan 1 rusa ditemukan mati didalam mobil Toyota Kijang. Tak berselang lama, Polisi berhasil menangkap dua orang pelaku yakni Kadek DI dan Putu AW. Keduanya divonis hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dalam persidangan.

Penulis : Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular