Jumat, Februari 23, 2024
BerandaBadungTerungkap, Korban Bunuh Diri di Pantai Seseh Ternyata Seorang Dokter

Terungkap, Korban Bunuh Diri di Pantai Seseh Ternyata Seorang Dokter

MANGUPURA, balipuspanews.com – Siapa identitas jenazah yang ditemukan di Pantai Seseh, Mengwi, Badung, Jumat (12/3/2021) malam, terjawab sudah. Hasil penyelidikan menyebutkan pria tak bernyawa itu berinisial NB, seorang dokter spesialis penyakit dalam.

NB diketahui bekerja di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan. Dugaan sementara, pria malang itu diduga bunuh diri. Pasalnya, saat ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.

Jasad NB kali pertama ditemukan dua pemancing sekitar pukul 20.00 WITA, yakni KE,23, dan WS,35, keduanya warga Banjar Pasekan, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Badung.

Kedua saksi menemukan sebuah tas warna hijau yang didalamnya berisi sebotol baygon, celana panjang warna cokelat, satu buah jam tangan merek Alexandre Christie, sebuah HP Oppo A31. Kemudian, empat pepel obat, satu buah kacamata, satu buah pulpen, dan dua botol air mineral.

Dalam kasus ini, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Apalagi dari hasil pemeriksaan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Selain itu, berdasarkan hasil olah TKP, korban diperkirakan datang ke lokasi dengan menggunakan jasa transportasi online.

BACA :  Jembrana Masuk Nominator Paritrana Award 2024

Menurut Kanit Reskrim Polsek Mengwi, Iptu Ketut Wiwin Wirahadi dikonfirmasi, Senin (15/3/2021), korban awalnya ditemukan di air, tepatnya di sebelah barat  Pura Batu  Nunggul, Pantai Seseh.

Ia membenarkan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Ya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kami masih menyelidiki dan  berkoordinasi dengan pihak RSUP Sanglah Denpasar,” ungkap Iptu Wiwin.

Selain dugaan bunuh diri, kematian dokter spesialis dalam itu menyisahkan informasi teranyar. Dimana, korban dikabarkan menyewa dua unit mobil, yakni mobil All New Terios 2019 DK 1389 WL milik PN dan Xenia warna putih DK 1686 QW milik WK.

Diketahui, dua mobil itu disewa korban sekitar 3 pekan lalu. Semestinya, kedua mobil dikembalikan oleh korban, pada Sabtu (13/3/2021), namun tidak juga dikembalikan.

Bahkan pemilik mobil PN mengaku sudah berkoordinasi dengan keluarga korban namun belum ada respon. Sehingga, PN melaporkannya ke Polsek Tabanan sedangkan WK melapor ke Polresta Denpasar tentang kehilangan mobil.

“Baru dibayar Rp 500 ribu dari Rp 3 juta harga sewa. Jadi, Sabtu pagi saya dengar korban meninggal dunia. Sampai sekarang mobilnya belum ditemukan,” ungkap PN.

BACA :  Sudah Kumpulkan Keterangan, Bawaslu Buleleng Mengaku Masih Melakukan Analisis

Ia mengatakan, pada saat menyewa mobil, NB hanya bermodalkan fotokopi KTP saja. Sebab, korban sudah lama dikenal sejak tahun 2012 lalu.

“Dia dokter spesialis penyakit dalam dan membuka praktek di Tabanan. Pas ketemu, dia minta sewa mobil. Baru pertama kali dia sewa mobil saya untuk pakai kerja dan sembahyang,” ungkapnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular