Terungkap, Perampok Berpistol Bukan Driver Ojol, Pistol yang Digunakan Ternyata Mainan

DENPASAR, balipuspanews.com-Terungkap sudah identitas perampok berpistol yang beraksi di SPBU Benoa, Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 13.40 Wita. Pelaku ternyata bukan driver ojek online (ojol) seperti yang terekam dalam kamera CCTV. Bahkan senjata api yang digunakan ternyata mainan.

Pengungkapan ini dilakukan Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali. Driver ojol gadungan bernama Made Novi Widnyantara itu ditangkap di kosnya di Jalan Pratama No. 35, Br. Peken, Desa Bualu, Kuta Selatan, Jumat (20/11/2020).

“Pelaku perampokan di SPBU Benoa sudah kami tangkap di kosnya di Kuta Selatan,” ujar Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan, saat rilis di Mapolda Bali Jumat (20/11/2020).

Perwira melati tiga dipundak itu menegaskan, tersangka Made Novi ternyata bukan seorang ojol. Ia menggunakan jaket Ojol sebagai modus operandi untuk menyamarkan dirinya.

“Dia bukan Ojol. Ia mendapatkan jaket dari temannya,” ungkap Kombespol Dodi.

Mantan Direktur Narkoba Polda Sulawesi Tengah itu kembali menjelaskan, senjata yang digunakan oleh tersangka adalah senjata api mainan.

“Ya, dia pakai senjata api mainan untuk menakuti korban,” ungkap Kombes Dodi yang sebentar lagi akan mengikuti pendidikan Sespimti di Mabes Polri ini.

Diterangkannya, Made Novi ditangkap di kosnya tanpa perlawanan. Untuk motif perbuatannya, tersangka melakukan perampokan karena ekonomi.

“Dia ini teknisi dan korban PHK sehingga berniat merampok SPBU,” terangnya.

Sementara berdasarkan hasil penyelidikan Made Novi berencana akan beraksi lagi ditempat lain.

“Dari bukti yang kami kumpulkan tersangka berencana beraksi kembali, itu terlihat dari alat-alat atau barang bukti yang kami temukan,” beber Kombes Dodi.

Diberitakan, SPBU Benoa pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 13.40 Wita dirampok oleh pelaku mengendarai motor Scoopy dan berjaket ojol. Pelaku turun dari motor dan menodong 3 karyawan wanita di SPBU tersebut. Setelah karyawan kabur dia berhasil menggasak tas berisi handphone milik seorang karyawan seharga Rp 3.5 juta.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan