Terungkap, Sebelum Meninggal, Almarhum Kadek Sepi Sempat Dipukul dan Dibekap

Pelaku NK (tengah) yang tak lain adalah ayah korban
Pelaku NK (tengah) yang tak lain adalah ayah korban

KARANGASEM, balipuspanews.com – Polres Karangasem akhirnya mengungkap sejumlah fakta-fakta baru terkait kasus dugaan kekerasan yang merenggut nyawa almarhum I Kadek Sepi,13, bocah kelas VI SD asal Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerti, Abang, Karangasem.

Kapolres Karangasem, AKBP. Ricko A.A Taruna didampingi Wakapolres, Kompol. I Dewa Gede Anom Danujaya beserta Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP. Haris Stiyanto dalam pres rilisnya, Rabu (13/10/2021) mengungkapkan, bahwa sebelum korban meninggal dunia, terduga pelaku NK yang juga merupakan ayah kandung korban sempat membekap mulut dan hidung korban menggunakan kain hingga lemas.

“Korban sempat dibekap menggunakan kain, kemungkinan korban dibekap karena pelaku bermaksud agar teriakan korban usai dipukul tidak terdengar oleh tetangga sekitar,” jelas Kapolres Ricko Taruna dihadapan sejumlah awak media.

Baca Juga :  Siasati Krisis Guru, Disdikpora Karangasem Bentuk Relawan Mengajar

Selain itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh baik dari saksi-saksi dan terduga pelaku, terungkap bahwa sebelum kejadian terduga pelaku saat itu baru pulang dari mencari rumput. Sampai di rumah, ia mendapati korban sedang bermain air. Disana pelaku menegur korban untuk tidak bermain air.

Nah, beberapa saat setelah menegur, kemungkinan terduga pelaku emosi dan langsung melakukan tindakan kekerasan berupa pemukulan terhadap korban menggunakan pedang-pedangan yang terbuat dari kayu dan sebilah bambu hingga membuat korban kesakitan.

Setelah melakukan pemukulan tersebut, korban langsung menangis dan berteriak kesakitan, kemungkinan agar tangisan korban tidak kedengaran oleh tetangga sekitar, saat itu pelaku mengambil kain dan langsung membekap mulut dan hidung korban hingga lemas.

Baca Juga :  Kasus Pengerusakan Penjor di Taro Kelod Dilimpahkan ke Kejari Gianyar

Setelah itu, korban yang diduga sudah dalam kondisi sekarat saat itu tetap berada di rumah hingga sore hari, kemudian terduga pelaku NK sempat pergi untuk mencari dukun, namun sekitar pukul 18.00 WITA korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumahnya tanpa mendapat pertolongan.

“Saat ini terduga pelaku NK berstatus sebagai tersangka, kita masih dalam proses pendalaman serta masih cek keterangan saksi termasuk juga keterangan dari saksi ahli,” imbuh AKBP. Ricko.

Penulis : Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan