Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar tes fisik tahap III di GOR FOK Desa Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Selasa (30/7).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Menghadapi Porprop Bali ke XIV di kabupaten Tabanan di bulan September mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng kembali menggelar tes fisik tahap III di GOR FOK Desa Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Selasa (30/7).

Ratusan atlet bakal berlaga tampak dengan semangat dan tekun mengikuti arahan mentor dari tim Ganesha Sprort Center, Undiksha.

Ketua Umum (Ketum) KONI Buleleng Nyoman Arta Widnyana pun nampak hadir memompa semangat para atlet untuk menempa fisik dan mental sebelum berlaga pada Porprop Bali bulan September mendatang.

Ketum Artha mengatakan, tes fisik yang digelar kali ini merupakan tahap ketiga. Melalui tes tahap ketiga akan dapat diperoleh gambaran tentang kemampuan fisik yang akan berlaga pada Porprop di Tabanan. Apalagi semua parameter sudah diukur dengan teknologi.

“Jadi Fisik,mental,strategi dan mental, empat item yang menjadi penekanan bagi manajer dan pelatih mereka, Dari tes fisik yang terakhir yakni bulan April, Juni dan saat ini kita akan meminta rekomendasi kepada GSC Undiksha agar diketahui cabang-cabang mana saja yang perlu dibenahi fisiknya,” ungkapnya.

Masih kata dia, ada waktu satu bulan lagi untuk membenahi fisik sehingga saat pertandingan fisik mereka benar-benar siap tempur,

Ketum Artha mengakui jika para atlet sudah sungguh sungguh mengikuti kegiatan baik dari tahap desentralisasi hingga memasuki TC. Hal ini bisa dilihat dari kehadiran para atlet ke tempat latihan melalui daftar absen mereka. Soal Bonus ketum arta meyakinkan bahwa KONI akan berkomunikasi dengan Bupati Buleleng agar bonus peraih medali bisa ditingkatkan dibanding tahun sebelumnya

“Melihat semangat atlet sungguh-sungguh. Sikap ini menjadi modal untuk meraih prestasi terbaik bagi Buleleng,” tandasnya.

Seperti diketahui kontingen Buleleng berkekuatan 670 orang, 525 diantaranya adalah atlet. Adapun target yang dipatok sebagai peringkat ketiga dengan raihan 60 medali emas, 72 perak dan 80 medali perunggu.