29.8 C
Denpasar
22/06/2021, 11:46 AM
Editor's PicksTetap Gigih Lakoni Kehidupan Ditengah Pandemi, Seorang Arsitek Pilih Berbisnis Dupa

Tetap Gigih Lakoni Kehidupan Ditengah Pandemi, Seorang Arsitek Pilih Berbisnis Dupa

balipuspanews google news

TABANAN, balipuspanews.com – Akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak hampir dari dua tahun lalu, banyak warga yang kehilangan pekerjaannya. Sementara pada sisi yang lain, demi tanggungjawab terhadap keluarga dan tuntutan agar dapur tetap ngebul, tentu harus ada sumber pendapatan alternatif.

Sehingga tidak sedikit kemudian warga memilih bertahan hidup dengan melakukan profesi yang berbeda dari profesi yang dilakoni sebelumnya. Seperti halnya profesi yang dilakoni saat ini oleh I Gusti Ngurah Artawan, warga Banjar Bugbugan, Desa Senganan, Penebel, Tabanan. Profesi apa pilihannya? Berikut ulasannya.

Ditemui disalah satu sudut Kota Tabanan, Artawan yang menetap di Denpasar ini menyebutkan bahwa akibat pandemi ini ia kehilangan sumber pendapatannya akibat jarangnya ada proyek. Ia yang merupakan alumni Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Warmadewa kini memilih berprofesi sebagai produsen dupa.

“Sejak sebulan terakhir ini saya memproduksi dupa. Astungkara, mulai ada pelanggan,” ungkapnya, Rabu (5/5/2021).

Artawan menyebutkan sengaja memilih berbisnis dupa. Ini dikarenakan ia melihat dupa menjadi kebutuhan penting bagi umat Hindu, khususnya umat Hindu di Bali.

Lebih jauh, Artawan mengakui bahwa usahanya ini baru merintis dengan modal awal sebesar Rp 4 juta. Modal itu ia dapatkan dari meminjam disebuah koperasi.

Disebutkannya, produk dupanya yang diberi nama “Dupa Suci Niskala” ini bahan mentahnya ia ambil dari pabrik dupa milik seorang temannya di Mengwi Gede, Badung. Ia kemudian mencelupnya dengan pengharum dupa dan dalam perharinya ia bisa memproduksi rata-rata 60 kilogram dupa dengan dua aroma.

“Adapun dua aroma dupa yang sata produksi ini berupa aroma cempaka dan jasmine. Kedua aroma ini ternyata sangat diminati para pelanggan saya,” terangnya.

Lebih jauh Artawan mengatakan, penjualan rata rata dupa produksinya dalam perhari baru bisa mencapai 10 hingga 20 kilogram. Penjualannya sendiri baru menyasar kebeberapa pedagang eceran canang dan pejati.

Diakuinya, jika bisa menembus reseller ke toko yang lebih besar, diyakininya bisa mendapat untung yang lebih besar dari keuntungan yang diperolehnya saat ini. Selain modalnya juga akan kembali lebih cepat.

“Namun untuk itu saya memerlukan modal yang lebih besar. Sebab umumnya toko hanya mau bekerja sama dengan produsen dengan sistem nunggu ada penjualan baru mau bayar sesuai barang terjual,” imbuhnya.

Adapun harga dupa produksinya beragam. Satu kilogramnya ia jual seharga Rp 40 ribu dan setengah kilogr Rp 25 ribu. Selain itu, ia juga menyediakan dupa dengan kemasan 2 ons seharga Rp 6 ribu dan khusus dupa pejati per kemasan isi 10 batang dijualnya dengan harga Rp 5 ribu.

Artawan juga mengungkapkan ada hal menarik dari usaha dupa yang dilakoninya ini. Yakni sejak proses awal hingga siap dipasarkan dilakukannya dengan hati, tempat dan cara mengedepankan unsur kesucian dan sakral.

“Sebelum dupa yang saya produksi dipasarkan, terlebih dahulu saya upacarai dahulu dengan sarana banten pejati untuk membersihkan dari unsur-unsur yang tidak baik. Sehingga dupa tersebut mampu memberikan vibrasi nyaman dan sakral bagi penggunanya,” ucapnya.

Ada yang tertarik menikmati aroma harum dupa untuk menambah keheningan dalam beryadnya dan dupa tersebut hasil produksi dari seorang arsitek? Silahkan menghubunginya langsung di nomer kontak/wa : 081337999659.

Penulis : Ngurah Arthadana 

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Tekan Kasus Penyebaran Covid 19 Desa Dauh Puri Kelod Gelar Monitoring Prokes Sasar Tempat Usaha
03:08
Member of