Jumat, Februari 23, 2024
BerandaGianyarTidak Diperbolehkan Tatap Muka, Program Belajar Menari Kepada Anak Tuna Rungu Dihentikan

Tidak Diperbolehkan Tatap Muka, Program Belajar Menari Kepada Anak Tuna Rungu Dihentikan

GIANYAR, balipuspanews.com – Akibat mewabahnya Pandemi Covid-19, aktivitas belajar mengajar mengalami hambatan. Seperti halnya program belajar menari kepada anak tuna rungu di Panti Asuhan Kesayang Ikang Papa yang dihentikan karena pembelajaran tatap muka masih belum diperbolehkan.

Ni Wayan Ngeri, salah satu guru serta pembimbing tari Bali di Panti Asuhan Kesayang Ikang Papa mengatakan, program pelatihan keterampilan menari kepada anak tuna rungu di panti asuhan tersebut terpaksa terhenti karena masih tidak diperbolehkan pembelajaran tatap muka.

“Pada tahun 2020 dan 2021 ini program pendidikan latihan menari bagi anak tuna rungu terputus atau dihentikan, hal ini dikarenakan pembelajaran dilakukan secara daring. Dimana, bila pembelajaran dilakukan secara daring maka cukup menyulitkan aktivitas pelatihan menari karena ada intruksi khusus yang diberikan kepada anak-anak,” ujarnya, Senin (1/3/2021).

Ditambahkan, tahun 2019 lalu, sebanyak 40 anak-anak tuna rungu yang sudah tamat kursus menari. Bahkan dari anak-anak ini sudah sempat tampil di skala nasional.

“Anak-anak sempat tampil di Jakarta, TMII dan pentas lain atas undangan,” ungkapnya.

BACA :  Begal Bawa Parang Resahkan Warga, Dua Warga Berlindung ke Rumah Warga

Sehingga praktisnya pula, anak-anak tidak mendapatkan kesempatan untuk pentas dan belajar mengasah kemampuan.

Bahkan untuk mengobati kerinduan anak-anak, dirinya sering berkomunikasi lewat HP, dan sesekali mengajar satu-dua anak untuk menari.

“Anak-anak rindu untuk dilatih. Namun untuk mengobati kerinduan, saya latih satu dua anak menari,” sebutnya.

Dirinya juga khawatir, karena ketika anak-anak dirumahkan, maka anak-anak tersebut belajar liar.

“Kami khawatir, namun tidak bisa berbuat banyak. Ada anak-anak yang saya jumpai berkeliaran dengan teman lainnya. Ini juga berbahaya,” tandasnya.

Penulis : Ketut Catur 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular