Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang terpilih mesti berani mencabut izin hotel & restauran yang tidak  memasok produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hal ini dilakukan
untuk membangkitkan usaha produk lokal.

“Para  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini, nantinya  mesti  memiliki kemampuan untuk memaksa si pemilik hotel dan restauran untuk mecabut izin dan tidak  memperpanjang masa kerja GM orang asing di Bali, kalau tidak memasok produk UMKM lokal,” kata Ketua UMKM Bali, Anak Agung Mahendra saat acara Harian Umum Bisnis Indonesia “Focus Group Discussion (FGD) tentang Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Penggerak Industri Pariswisata di Bali” di Denpasar, Rabu (21/3).

Saat ini di Bali, kata Mahendra ada 300 ribu kamar hotel berbintang dan melati.

Jika, mereka memanfaatkan 20 persen saja produk UMKM lokal, tidak ada warga Bali yang miskin.

Selain masalah minimnya pasokan ke Restauran Dan Hotel, penyebab lain lesunya usaha kreatif Bali lantaran masih adanya pergerakan secara Individu.

Sementara itu, Causa Imam Karana Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali menyoroti soal masih dominanya Bali menghandalkan dunia wisata.

Hal ini terlihat jelas saat Gunung Agung erupsi pariwisata merosot tajam.

Untuk itu perlu terobosan kreatifitas lain agar Bali tidak menghandalkan satu sektor saja.

Disisi lain, Pengamat Ekonomi Universitas Udayana, Sayu Sutrisna Dewi mengakui kalau oreintasi “Ngayah” membuat kue di Bali lebih banyak diambil oleh buying buyer.

Hal ini mesti mendapatkan perhatian sehingga mereka menjadi pengusaha yang spesial serta tumbuh industri kreatif.

Tinggalkan Komentar...