Tidak Sesuai Prosedur, Ketua KNPI Gianyar Sebut Musprov KNPI Bali Tidak Sah

KNPI Gianyar anggap Musda Bali yang menelorkan Gede Wirakusuma sebagai Ketua KNPI Bali tidak sah
KNPI Gianyar anggap Musda Bali yang menelorkan Gede Wirakusuma sebagai Ketua KNPI Bali tidak sah

GIANYAR, balipuspanews.com – Terpilihnya Putu Gede Wirakusuma sebagai ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) XIV, Kamis (27/1/2022), belum sepenuhnya diterima oleh pengurus KNPI.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua KNPI Kabupaten Gianyar, Komang Bramana Tri Wibawa. Menurutnya, terkait issue adanya Musda KNPI Bali tersebut dirasa tidak patut dilaksanakan dan dikatakan tidak sah sesuai aturan.

“Terkait tentang isu adanya Musda KNPI Bali pada tanggal 27 januari 2022 kemarin, kami dari KNPI Gianyar menanggapi itu sebagai hal yang kami rasa tidak patut. Kenapa demikian? karena kami tidak tahu menahu tentang adanya Musda itu, kawan kawan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang lain di Bali pun tidak mengetahui adanya Musda pada tanggal 27 Januari 2022 tersebut,” ujarnya.

Pihaknya pun mengatakan telah melakukan koordinasi dan sempat diundang oleh KNPI Bali yang dipimpin oleh Nyoman Gede Antaguna di skretariat KNPI Bali untuk mengikuti Rapat Pimpinan Purna Daerah (Rapimpurda)

“Maka dari itu juga, kami sudah melaksanakan Rapat Pimpinan Purna Daerah diundang oleh KNPI Bali di skretariat KNPI Bali bersama ketua yang memang dari awal bersama kami yaitu Bung Nyoman Gede Antaguna. Beliau mengajak kami rapat pada hari itu di skretariat KNPI Bali di jalan Hayamwuruk Denpasar,” katanya.

Rapimpurda tersebut dilaksanakan bersama dengan rekan rekan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Bali dan juga organisasi turunannya, dikatakan oleh Komang Bramana bahwa terkait dengan Musda seperti biasanya dan dianggap sah jika dilaksanakan dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Seperti dilaksanakannya rapat pimpinan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan persiapan OC dan SC, pendaftaran bakal calon, lalu pengenaan bakal calon, serta penyampaian visi misi.

Namun, pada Musda yang dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2022 itu semua prosedur tersebut tidak dilaksanakan.

“Tapi kalau ucuk-ucuk terjadi Musda itu menurut kami sebuah hal yang aneh, bahwa ada Musda akan tetapi tidak ada prosesnya sebelumnya, tidak ada hal yang dijalankan sebelumnya, tidak ada koordinasi sebelumnya , tiba tiba ada Musda seperti itu seakan akan apakah itu benar benar musda atau itu simulasi musda atau bagaimana?,” herannya.

“Itu kesannya seperti main main, jadi kami KNPI Kabupaten Gianyar pun tidak tahu tentang adanya musda itu apakah Musda itu sah atau tidak. Kami rasa setelah kami koordinasi dengan ketua ketua di Kabupaten lain pun mereka menganggap bahwa musda tersebut tidak sah karena memang tidak ada ketua Kabupaten lain yang hadir juga pada saat itu dan tidak tahu juga ada musda seperti itu, karena semua ketua Kabupaten lain pada saat itu sedang ada Rapimpurda di Skateriat KNPI Bali bersama dengan ketua Organisasi Kepemudaan yang ada di Bali,” imbuhnya.

KNPI Gianyar berharap agar dengan adanya masalah ini tidak membuat perpecahan di organisasi kepemudaan di Bali.

“Harusnya kita menjadi satu suara melaksanakan Musda bersama menjalankan organisasi agar SDM anak muda kita di Bali, khususnya di Gianyar dapat berkembang dengan baik. Jadi jangan lagi dikotak kotakan karena urusan kepentingan pribadi apalagi ini saya dengar ada kepentingan dari pusat turun ke Bali hanya untuk memecah situasi kita di Bali dan itulah yang harusnya kita antisipasi dari awal bahwa sejatinya kita anak muda Bali, federasi muda Bali tidak bisa dikotak kotakan, tidak bisa dipecah belahkan seperti itu,” ucapnya.

“Saya harapkan juga seluruh OKP OKP yang ada di Bali bahkan di Gianyar khususnya itu harus menyatakan diri bahwa kita baiknya sepakat. Saya yakin semua teman teman sepakat tidak ingin adanya oknum oknum yang mau mengotak ngotakan kita, memecah belah persatuan kita karena sejatinya kita harusnya bersatu.

Apalagi di situasi pandemi Covid-19 seperti ini kita harusnya bersatu mengawal pemerintahan kita di daerah kita masing masing untuk menangani pandemi Covid-19 dan membangkitkan lagi Bali kita,” sambung Bramana.

Dikatakan oleh Bramana, bahwa KNPI Gianyar beranggapan bahwa tidak menerima Musda yang dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2022 tersebut karena Musda itu tidak sesuai dengan proses yang ada.

Penulis : Catur

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version