Tiga Alat Komunikasi Relawan Pasebaya Karangasem Rusak
sewa motor matic murah dibali

SELAT, balipuspanews.com -Keberadaan Relawan Pasebaya dalam memberikan informasi melalui frekwensi radio yang berkaitan dengan aktivitas, visual Gunung Agung secara langsung maupun peristiwa lainnya nyatanya dirasakan sangat membantu warga khususnya yang bermukim dikawasan rawan bencana.

Namun, belakangan sejumlah kendala mulai dihadapi oleh para relawan tangguh ini. Salah satunya adalah mulai rusaknya beberapa alat pendukung komunikasi yang berada di Posko Induk Pansebaya.

Seperti yang diungkapkan salah satu operator Pasebaya, I Ketut Sudana beberapa waktu lalu kepada media ini. Dari empat perangkat radio yang ada di Posko induk, saat ini yang berfungsi normal hanya tinggal satu unit saja yang bisa dipergunakan untuk berkomunikasi.

Tiga perangkat sisianya, satu unit ada yang mati total. Sementara dua unit lainnya hanya bisa dipergunakan untuk monitor saja.

“Ada empat perangkat tapi yang masih berfungsi normal cuma satu saja,” kata Sudana.

Kerusakan tersebut sebenarnya sudah sejak beberapa bulan lalu, lantaran keterbatasan biaya terpaksa untuk sementara dibiarkan seperti itu. Sementara itu, I Gede Sumerta yang juga sebagai operator berpengalaman dibidang radio komunikasi mengatakan, rata – rata kerusakan yang dialami perangkat di Posko induk pada bagian Panel dan Power Suplainya.

Untuk perbaikan atau mengganti komponen yang rusak dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk Panel misalnya, satu panel bisa menghabiskan uang Rp 800 ribu sedangkan untuk Power Suplai bisa Rp 1,5 juta per unitnya itupun tergantung dengan berapa besar powernya.

“Pawer suplai kita juga sudah sempat ganti beberapa kali karena memang pemakaiannya nonstop 24 jam sedangkan untuk Panel biasanya tahan sampai 2 tahun tergantung pemakaian,” tuturnya.

Tidak hanya perangkat radio, Sesmograf Radio Riley (SRR) yang terpasang di wilayah Sega juga mengalami kerusakan sejak 8 bulan lalu sampai sekarang juga belum diperbaiki.

Akibat dari tidak berfungsinya SRR ini, bagi warga yang berada di sisi utara dan wilayah Kubu tidak bisa memonitornya, dimana SRR merupakan salah satu hal terpenting karena melalui suara bisa diketahui diareal puncak Gunung terjadi suatu getaran.

Disatu sisi Ketua Pasebaya, I Gede Pawana ketika ditanya mengenai rusaknya beberapa perangkat yang ada di posko Pasebaya mengatakan akan melakukan perbaikan secara perlahan. ( igs)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here