Tiga Ketua Lembaga Parlemen Sambut Baik Terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketua PBNU

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2021-2026. (Foto: PBNU/balipuspanews.com)
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2021-2026. (Foto: PBNU/balipuspanews.com)

JAKARTA, balipuspanews.com – Terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2021-2026 disambut tiga pimpinan lembaga parlemen.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti mendukung kepemimpinan Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar dalam menakhodai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan terbesar di tanah air ini.

“Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” ucap Bambang Soesatyo, Jumat (24/12/2021).

Terpilihnya Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar ditetapkan melalui Sidang Pleno V yang dipimpin Ketua dan Sekretaris Panitia Pengarah Muktamar Ke-34 NU Prof Muhammad Nuh dan H Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), pada Jumat (24/12/2021).

Bamsoet menambahkan, keberadaan NU sebagai kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan sesuai dengan yang diwariskan pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, yaitu Cinta Tanah Air merupakan bagian dari iman.

“NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan),” terang Bamsoet.

Pandangan senada disampaikan Ketua DPR Puan Maharani yang mengatakan bahwa NU merupakan benteng kebhinekaan dan penjaga keutuhan NKRI.

“Semoga di bawah kepemimpinan Gus Yahya Staquf, NU semakin kokoh menjadi benteng Kebinekaan dan Keutuhan NKRI,” ucap Puan.

Puan berharap, Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar dapat membawa PBNU makin solid menjalin komunikasi dengan seluruh golongan umat Islam serta segenap komponen bangsa lainnya di Indonesia.

“Semoga kepengurusan PBNU yang baru membawa NU semakin memberi manfaat keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan. Kami yakin Gus Yahya akan membawa PBNU semakin solid, termasuk dalam silaturahmi dengan ormas-ormas umat Islam dan elemen bangsa lainnya,” imbuh Puan.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti juga mengatakan sebagai organisasi besar, NU diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, di mana saat ini teknologi berkembang cukup pesat yang akan mempengaruhi mentalitas anak-anak Indonesia.

NU, kata LaNyalla, harus hadir membangun karakter bangsa agar tak tergerus oleh perubahan zaman.

“Perkembangan pesat era 4.0 harus disikapi dengan serius agar bagaimana anak-anak kita tetap memiliki pedoman teologis meski berada dalam situasi perkembangan zaman yang begitu cepat terjadi,” ujar LaNyalla.

Ketiga pimpinan lembaga parlemen itu juga mengucapkan terima kasih kepda Ketua PBNU sebelumnya KH Said Aqil Siradj yang selama 2 periode memimpin PBNU dengan baik.

“Dedikasi beliau dalam melayani umat telah melahirkan banyak kemaslahatan,” pungkas Puan Maharani menyikapi kepemimpinan KH Said Aqil Siradj memimpin PBNU selama ini.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan