Selasa, Juli 16, 2024
BerandaGianyarTiga Peserta BPU Asal Desa Ketewel Terima Klaim JKM dari BPJAMSOSTEK Gianyar

Tiga Peserta BPU Asal Desa Ketewel Terima Klaim JKM dari BPJAMSOSTEK Gianyar

GIANYAR, balipuspanews.com – Sebanyak tiga peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dari Desa Adat Lembeng, Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar mendapatkan Klaim Jaminan Kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar.

Tiga peserta yakni ahli waris Putu Ida Rani seorang pedagang, ahli waris Ketut Netra Suardika seorang pengerajin, dan ahli waris Nyoman Dombilan seorang pedagang.

Ketiganya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Sehingga masing-masing ahli waris mendapatkan haknya dari program Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK sebesar Rp42.000.000 berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019.

Santunan sebesar Rp 42.000.000 yang diberikan secara simbolis diserahkan oleh BPJAMSOSTEK Cabang Bali Gianyar bersama klian adat, LPD, dan prajuru Desa Adat Lembeng.

Pada kesempatan lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar Pandu Aria mengungkapkan dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, peserta bisa memperoleh manfaat yang besar, baik itu pekerja di sektor formal maupun informal. Apalagi dengan adanya peningkatan manfaat program berdasar PP Nomor 82 Tahun 2019.

BACA :  DPRD Karangasem Sepakati 4 Ranperda, Satu Diantaranya Tentang Pengelolaan Sampah

Pandu Aria menambahkan, dilihat dari risiko pekerjaan semua pekerjaan mempunyai risiko yang cukup besar karena harus berjuang di kantor atau di jalan demi mencari nafkah untuk keluarganya baik pagi siang maupun malam hari.

“Kami mendorong kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para pinandita (tokoh agama) yang sangat dihormati sebagai pengayom spiritual keagamaan. Tugas-tugas yang dilaksankan para pinandita atau pemangku ini tentunya memiliki risiko-risiko pekerjaan yang harus mendapat perlindungan dari BPJAMSOSTEK,” ungkapnya.

Jadi risiko-risiko pekerjaan tidak ada yang bisa menduga. Kapan saja, dimana saja kepada siapa saja bisa mengalaminya. Disinilah manfaat terlindungi BPJAMSOSTEK, selama kepesertaan masih aktif kami tetap membayarkan manfaatnya kepada peserta ataupun keluarganya, tidak ada masa tunggunya.

“Harapan kami dengan dipahami pentingnya jaminan sosial untuk pekerja ini, nantinya masyarakat dengan sadar menginginkan jaminan sosial tenaga kerja. Walaupun santunan yang diberikan BPJAMSOSTEK tidak dapat menggantikan almarhum, setidaknya dapat membantu meringankan beban keluarga yang telah ditinggalkan,” ucapnya.

Selain itu masih ada juga manfaat berupa santunan kematian sebesar Rp42 juta bagi peserta yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja, dan beasiswa untuk 2 orang anak mulai dari jenjang pendidikan dasar (TK) hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta.

BACA :  Di Forum Muhammadiyah, LaNyalla Ajak Hadapi Bersama Tantangan ke Depan yang Lebih Berat

“Sedangkan untuk JKP, ada 3 manfaat yang diberikan yaitu uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja,” ucapnya.

BPJAMSOSTEK terus bergerak untuk melindungi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan maupun komunitas guna memastikan perlindungan para tenaga kerja khususnya di sektor bukan penerima upah.

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bahwa seluruh pekerja penerima upah, bukan penerima upah, pekerja migran Indonesia, serta pegawai pemerintah non-Aparatur Sipil Negara, dan penyelenggara Pemilu harus didraft.

Penulis : Kadek Adnyana 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular