sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Buleleng, kembali meringkus tiga pelaku  sabu-sabu. Ketiganya merupakan satu sindikat dalam melakukan peredaran barang haram di wilayah Buleleng.

Mereka diringkus di tiga lokasi berbeda. Dari tangan ketiga pelaku ini, polisi berhasil mengamankan 1 gram lebih narkoba dan barang bukti lainnya.

Alhasil, ketiga pelaku harus merasakan gerahnya hidup dibalik jeruji besi.

Ketiga pelaku yang diamankan polisi diantaranya, Komang Ngadeg Pande Arta alias Ngadeg (18) dan Kadek Witama alias Potok (33) warga Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula,Buleleng, serta Gede Sumertayasa alias Kopet (39) warga Banjar Dinas Melaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Suparta mengungkapkan, awalnya polisi menangkap Ngadeg pada Minggu (24/3) pukul 23.00 wita dipertigaan Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Bondalem.

Saat digeledah, ditemukan 1 bungkus rokok yang didalamnya berisi narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,18 gram.

Tidak jauh dari lokasi penangkapan Ngadeg sekitar 300 meter, polisi membekuk Potok. Pelaku mengakui barang yang dibawa oleh pelaku Ngadeg adalah miliknya untuk diantarkan ke pembeli. Polisi juga menemukan 1 handphone yang digunakan Potok untuk berkomunikasi transaksi narkoba.

“Jadi barang yang dibawa oleh Ngadeg itu didapatkan dari Potok. Selanjutnya, kami bawa mereka berdua ke Mapolres Buleleng untuk menjalani pemeriksaan, untuk mengungkap jaringan mereka,” ungkap Kasat Suparta, didampingi Kasubbag Humas, Iptu. Sumarjaya, Jumat (29/3) di Mapolres Buleleng.

Nah, berbekal keterangan dari kedua pelaku (Ngadeg dan Potok), petugas kembali mendapatkan informasi bahwa barang haram itu diperoleh dari Kopet.

Tak ingin buruannya lepas, polisi kembali bergerak pada Senin (25/3) sekitar pukul 04.30 wita. Dimana Kopet diketahui berada di Desa Sambangan.

Saat digledah, polisi menemukan 1 buah tas yang terdapat 1 bungkus rokok yang didalamnya ada narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,06 gram.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti dari tangan Kopet berupa 1 unit handphone, 1 buah bong alat yang terbuat dari botol larutan, 2 buah tabung kaca, 1 buah korek api gas.

“Ya, ketiganya ini satu jaringan, masih satu sindikat Jaringan Singaraja. Kami juga saat ini masih lakukan pendalaman dari mana barang ini diperoleh,” terangnya.

Sementara pelaku Kopet mengaku, menyesal atas perbuatannya. Kopet mendapatkan barang haram ini dengan cara memesan melalui telepon seluler.

“Saya pesennya lewat telepon, ada uang ada barang. Uang dikasik Potok, lalu saya jalan ke barat ngambil barangnya. Saya minta maaf dan menyesal,” singkatnya.

Akibat perbuatannya ini, kini ketiga pelaku terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan  ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here