Tiga Tempat Isoter Sudah Penuh, Denpasar Kembali Jajaki Satu Hotel

Masyarakat terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dipindahkan ke tempat isolasi terpusat
Masyarakat terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dipindahkan ke tempat isolasi terpusat

DENPASAR, balipuspanews.com-Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya mencegah penyebaran kasus Covid-19 di Kodya Denpasar. Terbaru Pemkot Denpasar kembali menjajaki satu hotel sebagai tempat isolasi terpusat (isoter).

Hingga kini, Denpasar telah memiliki 8 tempat isolasi terpusat. Dimana tiga tempat isolasi diperuntukkan untuk warga yang ber-KTP Denpasar.

Sedangkan lima tempat isolasi terpusat diperuntukkan bagi warga yang berdomisili di Denpasar baik yang ber-KTP Denpasar maupun luar Denpasar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai ketika ditemui, Minggu (1/8/2021).

“Dari kami menyiapkan 3 tempat isolasi dengan anggaran APBD, sedangkan 4 tempat disiapkan oleh Provinsi Bali, dan satu lagi meminjam mess milik Kementerian PUPR,” kata Dewa Rai.

Baca Juga :  Balitbang Badung Gelar Lokakarya Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti Secara Daring

Adapun tempat isolasi ini meliputi dua hotel di kawasan Jalan Cokroaminoto dan di Jalan Veteran yang dibiayai dengan APBD.

Dua hotel di wilayah Kuta, LPMP, dan Bapelkes yang disiapkan oleh Provinsi Bali.

Serta Werdhapura Sanur milik Kementerian PUPR yang dipinjam oleh Pemkot Denpasar.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga tengah melakukan penjajagan di salah satu hotel yang ada di kawasan Desa Sidakarya, Denpasar Selatan.

Dewa Rai menambahkan, dari 8 tempat isolasi terpusat tersebut, sebanyak 3 lokasi sudah penuh.
Sementara 5 tempat lainnya sudah terisi di atas 80 persen.

“Memang datanya selalu berubah karena ada yang masuk dan ada yang keluar, namun ini masih tinggi pergerakan kasusnya,” kata Dewa Rai.

Baca Juga :  Tim Koordinasi Dibentuk Untuk Wujudkan UMKM Naik Kelas

Ia menambahkan, peningkatan kasus yang terjadi belakangan kebanyakan kluster rumah tangga.

Meskipun sudah menyiapkan 8 tempat isolasi terpusat, namun sampai saat ini masih ada warga yang menjalani isolasi mandiri.

” Yang masih isoman akan kami evakuasi bertahap ke tempat isolasi terpusat,” kata Dewa Rai.

Dimana untuk isolasi mandiri ini pihaknya memberikan konsumsi sebanyak dua kali sehari.

“Isolasi mandiri hanya dilakukan bagi warga yang memungkinkan, kami lihat tempatnya dulu, kalau tidak layak arahkan ke tempat isolasi terpusat,” katanya.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga melakukan Isolasi Terpusat Berbasis Desa Adat di Desa Adat Penatih.

Konsep ini merupakan yang pertama di Kota Denpasar. Karenanya, lewat program ini diharapkan mampu menekan laju penularan Covid-19 di Kota Denpasar.

Baca Juga :  Klungkung Jadi Tujuan Studi Tiru Pemkab Langkat Sumatera Utara

“Tentunya kami berharap, lewat program ini dapat menjadi contoh bagi desa/kelurahan dan desa adat di Kota Denpasar. Isolasi terpusat ini sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, serta dapat memberdayakan kos-kosan serta UMKM di Desa Adat,” katanya.

Penulis : Gde Candra
Editor : Oka Suryawan