Rapat di kantor DPRD Provinsi Bali, Rabu (11/9).
Rapat di kantor DPRD Provinsi Bali, Rabu (11/9).
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com
Dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, banyak muncul usulan-usulan dewan salah satunya terkait Tim Ahli DPRD Bali yang ingin dievaluasi mengingat beberapa hal ketentuan.

Wakil Ketua DPRD Sementara I Nyoman Sugawa Korry mengatakan terkait rapat Dewan Bali banyak masukan-masukan yang diterima, salah satunya terkait Tim Ahli DPRD Bali.

Sugawa Korry menjelaskan, selama lima tahun bersama dengan
Tim ahli, dirinya merasa terbantukan terkait tugas-tugas dewan yang dikerjakan dibantu oleh tim ahli.

Dalam usulan rapat, menyebut bahwa standar dari segi keilmuan atau gelar disebut harus Magister atau S2. Namun dirinya belum berani memutuskan apakah harus S2, atau boleh S1, tentu ini akan dikaji terkait evaluasi tim ahli.

” Dengan adanya tim ahli, kami merasa terbantu, nanti harus ada evaluasi, kalau dari segi prakteknya membantu DPRD,” jelasnya, Rabu (11/9).

Pembentukan tim ahli DPRD Bali, dipilih melalui beberapa mekanisme
atas kesepakatan pimpinan DPRD maupun ketua Fraksi yang ada.

Selain itu, masukan lain juga muncul terkait absensi atau kehadiran DPRD Bali dan sangki.

” Saya rasa ini masukam positif, terkait absensi atau kehadiran, dan sangki,” imbuhnya.

Sementara usulan terkait pemukulan kentongan saat mengawali masa persidangan juga dari usulan dewan.

“Pemukulan kentongan merupakan memunculkan kearifan lokal, bunyi kul-kul pada awal persidangan. Teknisnnya nanti, ketika sidang, dengan ini sidang pertama dibuka, lalundiikuti suara kentongan tung tung tung,” ungkapnya.

Filosopi, lanjut Sugawa, memberi tahu kepada masyarakat, sebagai saran komunikasi. Meskipu sudah ada media komunikasi canggih sepeti sekarang ini, namun kerifan lokal tetap dijaga.

“Kul-kul merupakan kearifam lokal media komunikasi secara niskala hal yang positif harus diikuti, apalagi sesuai visi Gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali, tandasnya. (bud/bpn/tim).