Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBadungTim Akademisi FP Unwar Tawarkan Pengolahan Kotoran Babi Dengan EM4

Tim Akademisi FP Unwar Tawarkan Pengolahan Kotoran Babi Dengan EM4

BADUNG, balipuspanews.com – Tim akademisi Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) menawarkan teknologi pengolahan kotoran babi menjadi pupuk dengan memanfaatkan Effective Microorganism (EM4). EM4 merupakan merupakan sekumpulan mikroorganisme yang dapat mempercepat proses pengomposan, memperbaiki kualitas tanah. Mikroba ini memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas pupuk kotoran babi.

Tim akademisi FP-Unwar yang terdiri dari Ir. Made Sri Yuliartini ,M.Si, Ir. Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya, MM, dan Dr. Desak Ketus Tristiana Sukmadewi S.Si, M.Si menawarkan pengolahan kotoran babi dengan EM4 dengan harapan dapat membantu mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan. Upaya ini juga sebagai strategi penyediaan pupuk untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

“Kotoran babi berbentuk padat mengandung hara Nitrogen cukup tinggi sebesar 0,95%, Fosfor 0,35%, dan Kalium 0,40%. Oleh karena itu, kotoran babi sangat efektif dijadikan pupuk organik yang akan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman,” kata Ketua Tim Pengabdian Ir. Made Sri Yuliartini ,M.Si disela-sela acara sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk dengan metode EM4 di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) Sedana Sari, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Senin (17/6/2024).

BACA :  Sembilan Mobil Tertimpa Atap Parkiran Indomaret, Tidak Ada Korban Jiwa

Yuliartini menjelaskan Kotoran babi dapat terdekomposisi dengan cepat apabila dibantu oleh mikroba antara lain bakteri asam laktat Lactobacillus Sp, EM4, bakteri fotosintetik serta Streptomyces sp. Salah satu aktivator yang dapat digunakan yaitu Effective Microorganism (EM4).

Ia memaparkan bahwa penerapan teknologi pupuk organik dalam bidang pertanian merupakan salah satu upaya dalam pertanian berkelanjutan. Kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan kesulitan untuk mendapatkan serta mahalnya harga pupuk anorganik di kalangan petani mengarahkan untuk pemanfaatan limbah organik yang murah cukup tersedia dan ramah lingkungan yang bisa digunakan sebagai pupuk organik seperti kotoran hewan ternak babi.

Sedangkan Ketua P4S Sedana Sari, I Made Suparsa menyatakan limbah kotoran ternak babi selama ini belum pernah diolah dan dibuang begitu saja. Dampaknya menimbulkan pencemaran lingkungan. Upaya pengolahan diharapkan akan memberikan nilai tambah untuk kelompok ternak dan memenuhi kebutuhan pupuk organik yang diperlukan untuk penanaman tanaman hortikultura.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular