Tim Yustisi Gabungan saat menggelar sidak Kamis malam sasar tempat kos
Tim Yustisi Gabungan saat menggelar sidak Kamis malam sasar tempat kos
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Gerah adanya selentingan banyaknya penduduk pendatang tanpa identitas maupun usaha tidak jelas ijinnya diwilayah Kabupaten Klungkung membuat jajaran Satpol PP Klungkung menyusun rencana penertiban. Hal itu terbukti dilakukan Satpol PP Klungkung yang tergabung dalam unsur Tim Yustisi Gabungan Pemkab Klungkung yang beranggotakan lengkap dari unsur Polres Klungkung, Kodim 1610 Klungkung, Dinas Kesehatan, Dinas PTSP Satu pintu, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Disdukcapil, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, BPKD, Bagian Hukum, Humas, Camat Klungkung, Camat Dawan, Bidang Linmas, Bidang Trantib, turun melakukan sidak Kamis(19/9)malam.

Sidak yang dilakukan Tim Gabungan ini dibenarkan oleh Kasatpol PP Pemkab Klungkung Putu Suarta. Ditemui Jumat(20/9) Putu Suarta  didampingi Sekretarisnya Komang Agus Putra Sanjaya menyebutkan penertiban dan sidak yang digelar dilaksanakan Kamis(19/9) mulai pukul 19.30 Malam hingga selesai. Tim bergerak dari wilayah Kecamatan Klungkung kemudian diakhiri diwilayah Kecamatan Dawan dan  kegiatan berakhir pukul 21.45 wita. Sidak yang digelar Tim Yustisi berlangsung aman dan lancar.

Menurutnya Tim Yustisi Gabungan yang diturunkan berjumlah sekitar 50 orang anggota. Dalam Sidak Tim yustisi Gabungan ini menurut Putu Suarta, menyasar pelanggaran perda nomor 3 tahun 2015 tentang perubahan perda nomor 2 tahun 2011 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dengan lokasi wilayah kecamatan dawan meliputi desa sampalan klod, gunaksa, buayang dan Desa pesinggahan dengan temuan 14 pelanggar tanpa lapor diri.

Sementara temuan di Wilayah kecamatan klungkung meliputi jalan kenyeri, jalan mahoni, dengan temuan pelanggaran sebanyak 43 meliputi yang tidak punya KTP sebanyak 3 orang dan 40 tidak punya Surat bukti lapor diri.

“Untuk semua Pelanggar tersebut diberikan surat panggilan oleh PPNS  untuk menghadap ke kantor satpol PP dan PMK pada hari jumat, 20 september 2019 pukul 09.00 wita. Adapun jumlah keseluruhan sebanyak 57 pelanggar,” ujar Putu Suarta menegaskan. Disebutkan pula untuk penertiban yang digelar ini tidak akan berhenti sampai disini sampai benar benar warga masyarakat utamanya pemilik tempat kos bisa mentaati ketentuan yang berlaku, dimana penduduk pendatang minimal memiliki surat identitas lapor diri ditempatnya kos saat ini. (Roni/bpn/tim)