Tim Gabungan Sasar Pengguna Jalan

Tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Pemkab Jembrana, Selasa (20/10), Operasi gabungan penerapan protokol kesehatan (Prokes)
Tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Pemkab Jembrana, Selasa (20/10), Operasi gabungan penerapan protokol kesehatan (Prokes)

NEGARA, balipuspanews.com – Tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Pemkab Jembrana, Selasa (20/10), Operasi gabungan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Oprasi yang digelar di pertigaan Desa Penyaringan, Mendoyo itu, berhasil menjaring beberapa pelanggar.

Setiap pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor dan mobil diperiksa apakah mereka sudah menerapkan prokes atau tidak. Salah satu pengemudi terpaksa digiring ke Polres Jembrana karena menolak turun dari mobilnya. Pengemudi akui warga Desa Cupel, Kecamatan Negara, itu awalnya dilihat tidak memakai masker.

Petugas kemudian memintanya turun baik-baik untuk diberikan penjelasan terkait kesalahannya. Namun dia tidak mau turun dan merasa tidak bersalah. Saat didekati petugas dan memintanya untuk turun, istrinya justru merekam petugas dengan kamera ponselnya.

“Apa salah saya, ini mobil saya merupakan privasi saya,” ujarnya kepada petugas yang memeriksanya.

Meskipun diminta turun baik-baik dan dijelaskan kesalahannya tidak mengenakan masker, pengendara tersebut tetap tetap menolak. Akhirnya, aparat Reskrim Polres Jembrana memeriksa kendaraan dan isinya. Setelah itu, kemudian digiring ke Polres Jembrana untuk dimintai keterangan.

Kasat Pol PP Pemkab Jembrana Made Agus Leo Jaya dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pengendara tersebut dan istrinya telah di amankan di Polres Jembrana untuk dilakukan pemeriksaan. Pengendara tersebut telah melawan aparat yang sedang melaksanakan tugas.

Lanjut Agus Leo Jaya, dari giat operasi penerapan protokol kesehatan tersebut terjaring 9 orang yang tidak mengenakan masker dan menggunakan masker tidak sesuai dengan ketentuan. Terhadap pelanggar menurutnya, petugas memberikan peringatan dan diberikan pembinaan.

“Operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan ini kami lakukan dua kali sehari untuk menekan penularan covid-19,” ujarnya.

Dari data di Satpol PP Jembrana, sejak 7 September hingga 20 Oktober 2020 pelanggar prokes mencapai 578 orang. Dimana 17 orang didenda. Masing-masing pelanggar didenda Rp. 100 ribu dan dananya masuk ke kas daerah. Sedangkan 561 pelanggar diberikan pembinaan. Mereka diminta untuk menandatangani berita acara pembinaan.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan