Selasa, Februari 27, 2024
BerandaBadungTim Gabungan TNI AL Temukan Kapal Selam Nanggala 402, Seluruh Awak Kapal...

Tim Gabungan TNI AL Temukan Kapal Selam Nanggala 402, Seluruh Awak Kapal Dinyatakan Gugur

KUTA, balipuspanews.com – Lima hari dilakukan pencarian, Tim gabungan TNI AL berhasil melacak posisi Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak saat pelatihan terpedo di perairan Laut Bali, Rabu (21/4/2021). Kapal selam tersebut ditemukan dalam keadaan hancur terbelah menjadi beberapa bagian dan 53 awak dinyatakan gugur.

Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat konferensi Pers di Media Center Baseops Lanutld I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Minggu (25/4/2021).

Panglima Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas SAR telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencari Kapal Selam Nanggala 402 dan berhasil menemukannya.

Saat ini, Minggu (25/4/2021), KRI Rigel telah melakukan pemindaian di lokasi sekitar kapal selam tersebut tenggelam menggunakan multibeam sonar dan magneto meter.

“Hasil pemindaian itu, terdapat citra bawah air yang cukup detail dan kemudian ditindaklanjuti oleh Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dari MV Swift Rescue milik Singapura untuk memperkuat citra bawah air tersebut menggunakan kamera,” ungkapnya.

BACA :  Satnarkoba Polres Jembrana Tangkap Dua Residivis dan ABK

Dijelaskannya, Citra tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala-402. Dimana pada bagiannya meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul dan beberapa bagian kapal lain termasuk baju keselamatan awak kapal. Dengan bukti autentik tersebut KRI Nanggala 420 dinyatakan secara pasti tenggelam dan nahas seluruh awak kapal dinyatakan gugur.

“Dengan kesedihan yang mendalam selaku Panglima TNI saya nyatakan 53 personil yang on board telah gugur. Prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan Pulau Bali. Atas nama Panglima TNI dan seluruh anggota menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur,” bebernya sedih.

Panglima Hadi kembali melanjutkan bahwa Pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan Imerlo (Internasional Submarine Escape and Rescue Liaison Office) untuk mengupayakan langkah selanjutnya.

Menurutnya, hal ini sangat diperlukan karena untuk mengevakuasi KRI Nanggala 420 diperlukan kerjasama internasional.

Sementara itu penjelasan lebih detail disampaikan Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono yang menyebutkan ROV yang diturunkan oleh MV Swift Rescue menindaklanjutinya kontak bawah laut yang diberikan KRI Rigel, pada 09.04, berhasil mendapatkan kontak visual pada posisi 07°48’56” lintang selatan dan 114°51’20” bujur timur.

BACA :  Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang Galungan, Pertamina Tambah 263 Ribu Penyaluran LPG 3kg

Diterangkannya, posisi tepatnya dari tempat tenggelam berjarak 1500 yard di selatan dengan kedalaman 838 meter. Disana ditemukan bagian-bagian KRI Nanggala yang terbelah menjadi beberapa bagian. Pihaknya juga sempat menunjukkan temuan terbaru itu melalui visual video dan turut menyertakan sebuah baju keselamatan awak kapal.

Selain itu, ia mengaku tentunya akan berusaha mengangkat kapal ini walau pun dengan kedalaman 838.

“Dalam organisasi Ismerlo ada yang menawarkan ini (Evakuasi) dan ini tentunya perlu keputusan pemerintah. Saya akan sampaikan ke Panglima TNI yang akan menyampaikan ke atas, kalo sudah ada keputusan akan kami angkat kapal ini, dan keluarga dari hiu kencana meminta kapal ini untuk diangkat,” jelasnya.

Menurut Yudo Margono, nantinya jika berhasil melakukan evakuasi, bagian dan awak kapal akan dibawa menuju posko krisi senter di Surabaya. Untuk lamanya proses evakuasi akan didiskusikan terlebih dahulu dengan instansi terkait. Sebab kasus kapal selam tenggelam ini sangat langka. Sementara penyebab tenggelam kapal ini ditegaskan bukanlah human eror.

BACA :  Astra Motor Bali Siap Bekerjasama dengan AMSI Bali

“Seperti yang disampaikan sebelumnya, dari mulai laporan penyelaman dan terlihat penjejak kopaska, lampu pengenal KRI Nanggala masih menyala, namun saat menyelam langsung hilang dan ini yang diinvestigasi,” akunya.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular