Tm Kadarkum Kota Denpasar sukses menjadi Juara I Lomba Kadarkum Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di Inna Bali Heritage Hotel Denpasar, Selasa (8/10).
Tm Kadarkum Kota Denpasar sukses menjadi Juara I Lomba Kadarkum Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di Inna Bali Heritage Hotel Denpasar, Selasa (8/10).
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-Kota Denpasar kembali mengulang sukses tahun lalu dengan menjadi Juara I pada Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. Denpasar yang diwakili Tim Kadarkum Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Barat ini meraih nilai 1.740 keluar sebagai Juara I dengan mengungguli duta Kabupaten Badung dan Kabupaten Klungkung. Dengan demikian, Tim Kadarkum Kota Denpasar berhak menjadi wakil Provinsi Bali pada ajang Lomba Kadarkum Tingkat Nasional Tahun 2020 mendatang.

Acara yang dihelat di Hotel Inna Bali Heritage Denpasar pada Selasa (8/10) itu dihadiri Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Sutrisno beserta jajaran, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya, Kabag Hukum Setda Kota Denpasar, Gde Kagung Putra serta instansi terkait lainnya.

Sejak awal Duta Kota Denpasar mendominasi dalam setiap sesi. Mulai dari pertanyaan antar kelompok, babak bonus dan babak rebutan. Hal tersebut menjadikan Duta Denpasar menjadi Juara I Lomba Cerdas Cermat dan meraih Juara II Lomba Yel-Yel.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya, didampingi Kabag Hukum Setda Kota Denpasar, Gde Kagung Putra memberikan apresiasi atas keberhasilan Tim Kadarkum Kota Denpasar yang diwakili Desa Dauh Puri Kaja menjadi Juara I Lomba Kadarkum Tingkat Provinsi Bali. Keberhasilan ini tentunya secara otomatis membawa Denpasar untuk mengikuti Lomba Kadarkum Tingkat Nasional.

Lebih lanjut Made Toya mengatakan bahwa penampilan duta Kota Denpasar kali ini bisa dikatakan luar biasa. Dimana penampilan ini dibawakan secara konsisten dari tahun ke tahun dengan penguasaan materi yang maksimal.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi segala usaha yang telah dimaksimalkan sehingga mampu kembali mengharumkan nama Kota Denpasar dengan kembali meraih Juara I pada Lomba Kadarkum Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 ini,” jelasnya.

Made Toya menambahkan bahwa tentunya Juara ini merupakan sebuah keberhasilan bersama. Namun lebih penting dari itu adalah bagaimana kita bersama-sama mampu mengimplementasikan materi yang telah dipahami dalam Lomba Kadarkum ini.

Seperti halnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) serta UU Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Terorisme.

“Sekarang bagaimana kita terus berusaha menjadi pelopor untuk mengimplementasikanya di masyarakat serta menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari, dan kedepanya tantangan kita akan lebih berat lantaran akan menjadi wakil Bali dalam Lomba Kadarkum Tingkat Nasional,” jelasnya.

Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Sutrisno mengatakan bahwa Lomba Kadarkum ini digelar secara rutin setiap tahun. Hal ini guna memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pelaksanaan Hukum di Indonesia. Lomba tahun ini diikuti oleh enam kabupaten dan satu kota. “Kami berharap dengan lomba Kadarkum ini dapat memberikan pemahaman dan pelaksanaan kesadaran hukum yang berlaku di Indonesia, sehingga hukum harus ditaati bersama,” terangnya

Sementara Plt. Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, Ni Md Yulia Rustika Dwijayanti saat ditanya mengenai kiat sukses Tim Kadarkum Desa Dauh Puri Kaja sebagai Duta Kota Denpasar  mengikuti ajang ini mengatakan telah memulai latihan sejak awal bulan Juni yang lalu.

“Usaha memang tidak menghianati hasil, dan kami sangat bersyukur mampu menjadi yang terbaik, kami mempersiapkan diri dengan mempelajari materi dengan 5 peserta inti dan 1 cadangan, Pembinaan juga diberikan tim pembina dari Pemkot Denpasar. Sementara untuk peserta lomba yel-yel latihan dimulai bulan Agustus dengan melibatkan 50 orang peserta. Peserta lomba inti yang dilibatkan dari ST. Dharmaning Yowana Br Wangaya Kaja, dan kedepan kami akan berusaha lebih giat untuk menjadi yang terbaik di nasional,” ujarnya, (rls/bpn).