Tim Labfor Identifikasi Temuan Tulang Belulang Manusia di Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Tim Laboratorium dan Forensik (Labfor) Polda Bali turun untuk melakukan identifikasi terhadap temuan tulang belulang manusia di kebun Kakao di Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Buleleng yang dilaporkan Minggu (7/7) lalu.

Tim Labfor Polda Bali datang di ruang jenazah RSUD Buleleng, pada Selasa (9/7). Kedatangan tim Labfor untuk melakukan identifikasi sekaligus test DNA terhadap temuan tulang belulang manusia di kebun kakao, didampingi anggota Reserse dan Kriminal Polsek Seririt.

Nah, beberapa bagian yang tersisa dari tengkorak manusia tersebut diambil untuk dibawa menuju Puslabfor Mabes Polri. Hal ini dilakukan mempercepat pengungkapan identitas tengkorak itu, sehingga bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Meski telah dilakukan pengecekan awal, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk bisa memastikan penyebab keberadaan jazad manusia yang telah menjadi tengkorak ditempat itu.

Seizin Kapolres Buleleng, Kanit Reskrim Polsek Seririt, Iptu Putu Edy Sukariawan mengatakan, tim Labfor Polda Bali turun melakukan pengecekan dengan uji kimia. Ada beberapa sisa jazad yang diambil, diantaranta tulang, potongan rambut yang diduga terkait dengan tengkorak serta sample darah yang masih menempel dikarung tempat sebagian tulang tengkorak ditemukan.

“Petugas tadi sudah melakukan uji kimia dengan mengambil sample yang diduga darah di dalam karung. Tapi setelah dicek, itu bukan darah, kemungkinan awal itu adalah cairan dari jaringan kulit. Diambil juga gigi, potongan tulang dan ditemukan sisa rambut dalam karung sepanjang 30 centimeter,” ungkap Edy Sukariawan, Selasa (9/7).

Selanjutnya, sebut Iptu Edy, Beberapa bagian sample yang diambil itu, akan dikirim ke PusLabfor Mabes Polri untuk mengetahui profiling identitas korban.

“Setelah ini sample itu kami kirim ke Puslabfor Mabes Polri untuk dilakukan profiling identitas dari korban. Nanti hasilnya dikirim kepada kami,” jelasnya.

Masih kata Iptu Edy, untuk proses lanjutan dari temuan tengkorak manusia itu, saat ini Polsek Seririt relah meminta keterangan dua orang saksi-saksi yakni Made Artika (59) dan Kepala Dusun (Kadus) Tegallenga, Desa Kalisada, Ketut Winarta (51) sebagai saksi.

“Untuk saksi baru ada dua orang kami mintai keterangan. Mereka saksi yang pertama menemukan,” imbuhnya.

Pihak kepolisian akan terus menggali informasi keberadaan orang hilang dengan melakukan koordinasi terhadap aparat desa tempat tengkorak ditemukan termasuk dengan desa-desa tetangga disekitarnya.

“Kami ingin pastikan dulu apakah ada pihak yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya. Dan kami pastikan tempat ditemukan tengkorak itu adalah kebun bukan kuburan,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Desa Kalisada dibuat geger dengan ditemukannya tulang belulang manusia di kebun kakao milik PT. Mayora. Dimana tulang belulang manusia itu pertama kali ditemukan oleh Made Artika (59) warga Banjar Dinas Tegalenge, Desa Kalisada, pada Sabtu (6/7) sore, dengan sebagian terbungkus karung plastik namun dalam keadaan tidak utuh.

Penemuan itu bahkan sempat berjeda sehari, mengingat Artika ketakutan pasca menemukan tulang belulang dan tengkorak kepala manusia itu. Keesokan pada Minggu (7/7), barulah temuan itu dilaporkan kepada Kadus Winarta. Dari laporan itu, Winarta bersama jajaran Polsek Seririt langsung mendatangi TKP yakni kebun kakao milik PT. Mayora yang digarap oleh Nyoman Bagiarta.