Selasa, Juli 23, 2024
BerandaKlungkungTim PkM Arsitektur Warmadewa Rumuskan Konsep Tipologi Arsitektur Gamat Bay

Tim PkM Arsitektur Warmadewa Rumuskan Konsep Tipologi Arsitektur Gamat Bay

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Pulau Nusa Penida, yang terletak di selatan Bali, semakin mendapatkan sorotan karena terpilih sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan Gamat, yang terletak di Nusa Penida, merupakan salah satu destinasi unggulan di pulau ini yang memiliki berbagai potensi alam yang menakjubkan.

Salah satu daya tarik utama adalah Gamat Bay, yang saat ini menjadi tujuan populer bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang gemar melakukan kegiatan wisata air, seperti snorkeling dan juga hutan lindung. Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, Gamat Bay masih menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi.

Adapun tantangan utama yang dihadapi oleh Gamat Bay adalah akses yang cukup terjal dan infrastruktur jalan yang sulit dilalui. Hal ini membuat potensi wisata di kawasan ini belum dapat dikembangkan sepenuhnya.

Namun, langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi masalah ini dengan perhatian khusus dari pemerintah dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata di Nusa Penida.

Selain masalah akses dan infrastruktur, pengembangan kawasan ini juga memerlukan kolaborasi antara Desa Sakti dan ahli teknis untuk mengembangkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan terutama hutan lindung dan pantai. Sehingga Desa Sakti berkolaborasi menjadi mitra dalam program PkM Prodi Arsitektur Universitas Warmadewa.

BACA :  Sambut Pilkada Serentak, MDA Bali Berharap Bendesa Adat Netral

Berdasarkan hasil diskusi dan survey mengenai pengembangan kawasan yang menjadi urgensi adalah adalah pengembangan tipologi arsitektur yang diketuai Tim PMK Kadek Tania Utami Putri, S.Ars., M.R.K, Ida Bagus Gede Parama Putra, S.T., M.Arch, Ni Nyoman Sri Rahayu Damayanti, SE.,M.Si

Tipologi arsitektur atau bangunan ini dapat mengontrol pembangunan kawasan nantinya. Tipologi yang diusulkan yang memiliki karakteristik bangunan tradisional dan mengedepankan aspek keberlanjutan.

Tania Utami mengatakan, pengembangan tipologi arsitektur berbasis Green Architecture menjadi solusi yang ideal, mengingat lokasi pengembangan berada dalam zona hutan lindung.

Konsep ini akan memberikan panduan perencanaan bangunan yang mencakup aspek bentuk, sistem struktur, ketentuan intensitas, orientasi bangunan, ketentuan lokasi pembangunan, dan pemilihan material yang ramah lingkungan.

“Dengan demikian, pengembangan kawasan akan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan alam sekitar, sekaligus menghormati warisan budaya lokal,” katanya.

Disebutkan, rekomendasi ilustrasi beberapa bentuk bangunan telah disiapkan untuk memberikan gambaran konkrit tentang bagaimana konsep Green Architecture dapat diaplikasikan dalam pengembangan Gamat Bay.

Ini termasuk penggunaan material daur ulang, desain bangunan yang terintegrasi dengan lingkungan alam, dan upaya pelestarian budaya lokal dalam arsitektur.

BACA :  Terseret Arus Saat Berenang, Pengunjung Pantai Tewas

Kata dia, pentingnya pengembangan tipologi arsitektur yang berkelanjutan di Gamat Bay tidak hanya berdampak positif pada daya tarik wisata, tetapi juga akan membantu menjaga kelestarian alam dan budaya di pulau Nusa Penida.

Ini adalah langkah penting menuju visi kawasan yang diusulkan, yaitu “The Nusa Penida Heritage,” yang akan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan dan memperkaya pengalaman wisatawan.

Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, partisipasi aktif masyarakat lokal dalam merumuskan konsep tipologi arsitektur menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan Gamat Bay.

“Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, mitra lokal, dan masyarakat, sehingga dapat menciptakan kawasan pariwisata yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan unik di Nusa Penida,” harapnya.

Lebih jauh disampaikan, pulau Nusa Penida dan Gamat Bay memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata unggulan, dan dengan perencanaan yang tepat dan komitmen terhadap keberlanjutan, kita dapat menjaga keindahan alam dan budaya pulau ini sambil meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Selamatkan Nusa Penida, wujudkan visi “The Nusa Penida Heritage”.

BACA :  Pasca Helikopter Jatuh, Pemprov Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

Penulis:Budarta

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular