Tim Yustisi Pemkab KLungkung turun ke lokasi pembangunan tower di desa Pikat. Tim langsung menyegel pembangunan karena tidak ada ijin
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura, balipuspanews.com- Sehari setelah pecalang desa adat Pikat Klungkung menyemprit pembangunan pondasi tower telkomsel, kali ini giliran tim yustisi Pemkab Klungkung turun ke lokasi Rabu ( 11/7) 2018.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Putu Suarta tiba sekitar pukul 09.00 Wita. Tim yustisi ingin memastikan informasi yang berkembang dan mengecek ijin pembangunan. Karena tidak ada ijin, tim yustisi langsung menyegel lokasi pembangunan. Rencananya, telkomsel akan membangun tower setinggi 36 meter.

“ Setelah kami hubungi pemilik, ya, sama sekali belum bisa menunjukan izin terkait dengan pembangunan tower ini. Dan saya minta kepada pekerja yang ada di sini untuk menghentikan semua aktivitas pekerjaan  ini,”tegas Putu Suarta.

Baca Juga: Baru Ambil Tempelan Ditangkap, Kini Doni Dituntut 22 bulan

Tim Yustisi Satpol PP Pemkab Klungkung kemudian mengamankan beberapa alat pendukung pengerjaan seperti  AC dan PDP yang tidak bisa dibeli di mana kecuali di suatu perusahaan tertentu.

“ Barang barang itu yang kami ambil dulu dan alat – alat kerjanya kita amankan,” sebut Putu Suarta.

Dari pantauan dilapangan, para pekerja sudah meninggalkan tempat  mereka bekerja  serta sudah berkoordinasi dengan Sekdes Desa Pikat.  Sementara itu ditemui dilapangan Sekdes  Desa Pikat  menyatakan belum pernah ada sosialisasi terkait dengan rencana pembangunan tower  tersebut.

Lebih lanjut menurut Sekdes  para pekerja diantaranya ada beberapa  yang sudah melaporkan  diri, tetapi ada juga yang dua hari lalu datang tetapi belum melaporkan  diri kepihak aparat Desa Pikat. Namun dengan penyegelan bangunan tower tersebut sekarang ini semua  pekerja sudah meninggalkan desa Pikat pulang kampung, takut ada masalah dikemudian hari.

Sementara itu Kasatpol PP/Damkar  selaku Tim Yustisi Pemkab Klungkung  Putu Suarta menyatakan lebih jauh terkait  sampai kapan dilakukan penyegelan pembangunan Tower Celuler Desa Pikat serta penyitaan  alat alat kerja ini menurutnya alat alat kerja  ini disita, tergantung keseriusan pemilik Tower untuk tanggap  mengurus izinnya, baru  semua alat alat tersebut kami dikembalikan.

“ Sementara mereka belum bisa menunjukan izin, kami amankan. Seterusnya pemilik sudah kami hubungi untuk segera mengurus izinnya,”Tegas Putu Suarta. (Roni/ Sur)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...