Tim Yustisi Tertibkan 6 Pelanggar di Kelurahan Pemecutan

Kegiatan Tim Yustisi Pemkot Denpasar dalam giat operasi disiplin prokes di Kelurahan Pemecutan, Kamis (21/01/2021)
Kegiatan Tim Yustisi Pemkot Denpasar dalam giat operasi disiplin prokes di Kelurahan Pemecutan, Kamis (21/01/2021)

DENPASAR, balipuspanews.com – Tim Yustisi Kota Denpasar kembali melaksanakan Operasi Yustisi, pada Kamis (21/1/2021), di kawasan Kelurahan Pemecutan.

Dari yang dilaksanakan di simpang Jalan Hasanudin, Jalan Thamrin, Jalan Imam Bonjol, hingga di Jalan Gunung Batur, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat menertibkan 6 orang pelanggar.

Dari 6 orang tersebut, 4 orang dikenakan denda dan 2 orang diberikan peringatan agar tetap disiplin prokes.

Kasatpol PP Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga menyampaikan bahwa pihaknya secara berkesinambungan melaksanakan kegiatan operasi prokes.

Hal ini didukung Tim Yustisi yang terdiri atas Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar tidak terlepas dari langkah dalam menekan penularan Covid-19 serta tidak hentinya memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.

“Dengan seringnya operasi yustisi prokes maka diharapkan kesadaran masyarakat tumbuh sehingga tidak ada yang melanggar lagi dan wabah ini bisa cepat berlalu,” harapnya.

Pemberlakuan peraturan tentang disiplin prokes baik itu dari Peraturan Gubernur dan juga dari Peraturan Walikota Denpasar, Tim Yustisi Denpasar masih menemukan masyarakat yang belum mentaati dan disiplin pada prokes.

Tentu ini kita bersama menghadapi tingkat kesadaran dalam melindungi diri, dan lindungi sesama dalam penyebaran Covid-19.

Tentu dalam kegiatan ini, pihaknya terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran hidup sehat, yakni penerapan 3M dan tentunya selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah.

“Yang lalai dan menganggap kebal terhadap Covid-19, justru bisa merugikan masyarakat yang lain ini yang sangat berbahaya dan bisa membuyarkan upaya pemerintah yang sudah berjuang menekan penyebaran Covid-19,” kata Sayoga.

Dengan terus diberikan sanksi bagi yang melanggar, diharapkan masyarakat tidak ada yang melanggar lagi, sehingga penularan virus Covid-19 bisa diputus mata rantainya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan