Tingge Setinggi 10 Meter Berangka Baja, Menjadi Pusat Perhatian Saat Pementasan Calonarang Kolosal
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

GIANYAR, balipuspanews.com- Pementasan calonarang yang berlangsung Rabu ( 30/1/2019) malam di desa pakraman Bayad, Kedisan, Tegallalang,Gianyar, Bali berlangsung semarak.

Ribuan warga menyaksikan calonarang kolosal yang dimeriahkan oleh lawakan Celokontong Mas yang digawangi Sengap, Sokir dan Tompel. Istimewanya lagi, tingge tempat “ Ratu Calonarang” bersthana dibuat permanen dengan rangka baja yang tingginya mencapai kurang lebih 10 meter. Tingge diletakan dijaba tengah Pura Pucaksari. Selanjutnya dibuat tangga membentang diatas tembok dengan hiasan lampu berbagai warna.

Dari areal pementasan yang berlangsung di jaba Pura Puseh – Desa Bale Agung setempat, tingge terlihat agung menjulang tinggi. Sebelum pementasan calonarang yang mengisahkan prahara dijaman kerajaan Prabu Erlangga itu, dilangsungkan prosesi napak pertiwi Ida Bhatara Lingsir dan Ida Bhatara  Mas Sakti.

Usai Ide Sasuhunan masolah, juga dipentasan tarian jauk manis dan telek. Memasuki waktu tengah malam, penonton dipertontonkan watangan bangke matah yang diarak dari pasar Bayad menuju setra. Gambelan bale ganjur membuat pengusung watangan semangat. Sorak- sorai nampak terdengar sepanjang jalan yang dilalui bangke matah itu.

Selanjutnya perhatian penonton tertuju saat Ide Bhatara Lingsir dipandung diatas tingga. Berbagai adegan tersaji termasuk saat Ide Bhatara Lingsir turun dari tangga tingge. Rangkaian cerita dilanjutnya dengan ngiring Ide Bhatara ke setra desa pakraman Bayad yang berlokasi di selatan banjar sekitar pukul 01.50 Wita Kamis ( 31/1/2019) dinihari. Usai datang dari setra ( kuburan) warga menghaturkann piodalan yang diakhiri persembahyangan bersama.

“ Tradisi seperti ini berlangsung tiap Buda Kliwon Wuku Pahang yang datang enam bulan sekali. Ini sudah turun temurun berlangsung disini,” kata Made Dwitayasa, Jero Mangku Bale Agung desa pakraman Bayad kepada Balipuspanews.com.

Menurut pemangku yang juga dosen IHDN Denpasar itu, pementasan calonarang kali ini memang istimewa. Ini karena dirancang jauh- jauh hari termasuk pembuatan tingge berangka baja bernilai diatas Rp 20 juta.

“ Warga kami memang dikenal punya talenta dibidang seni. Ini dibuktikan ketika ada perhelatan seperti ini semua pihak gotong royong agar mampu memberikan tontonan terbaik,” sebut bapak satu putra itu. ( bas)

 

 

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...