Penandatanganan MoU Implementasi AMEL dengan LKPP.

NEGARA,balipuspanews.com- Pemkab Jembrana terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja pengadaan pengelolaan barang/jasa.

Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan menandatangani MoU (nota kesepahaman) dan Perjanjian Kerjasama Implementasi AMEL dengan LKPP.

Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha dengan Kepala LKPP Roni Dwi Susanto, Kamis (27/2) di Jakarta.

Pada penandatanganan Mou itu Bupati Artha didampingi Sekda Jembrana I Made Sudiada, Asisten, Kepala Dinas PPPAPPKB Ni Kade Ari Sugianti, Kabag Pemerintahan Edy Sudarso dan Kabag Humas Protokol I Made Cipta Wahyudi.

Untuk provindsi Bali selain Jembrana, penandatanganan MoU tersebut juga dilakukan oleh kabupaten Klungkung. MoU tersebut merupakan bentuk perjanjian kerjasama penerapan Aplikasi Monitoring Evaluasi Lokal (AMEL).

Dalam sambutannya Kepala LKPP Rony Dwi Susanto menyampaikan penandatanganan MoU tersebut adalah sebagai bentuk dukungan dan komitmen pimpinan/ Kementrian Lembaga/Pemerintah Daerah dalam pemanfaatan dan pengelolaan barang/jasa melalui aplikasi AMEL.

“AMEL adalah aplikasi monitoring realisasi anggaran melalui perspektif pelaksanaan pengadaan berbasis web yang dikelola sendiri oleh K/L/Pemda sehingga data lebih akurat dan realtime, mulai dari perencanaan sampai serah terima pekerjaan serta pembayaran,”ujat Rony Dwi Susanto.

Dengan adanya kerjasama tersebut, data pengadaan di dalam AMEL dapat menjadi bahan rujukan pimpinan untuk menentukan strategi pengadaan pada tahun berikutnya.

“Dengan adanya kerjasama tersebut pemanfaatan dan pengelolaan AMEL dapat meningkatkan kualitas dan kelengkapan data yang disajikan di dalam AMEL. Dengan data tersebut nantinya pimpinan bisa dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas pengadaan, mengenali kondisi kompetisi pasar, menentukan metode dan cara pengadaan, serta dapat menentukan jenis kontrak pengadaan,” jelasnya.imbuhnya.

Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan Pemkab Jembrana berkomitmen melakukan yang terbaik dalam hal pengelolaan pengadaan barang/jasa.

Dengan adanya MoU dan perjanjian kerjasama ini akan berdampak positif terhadap pengadaan dan pengelolaan barang/jasa.

“Melalui aplikasi AMEL ini kita dapat mengetahui langsung kinerja pengadaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pembayaran. Saya berharap aplikasi ini dimanfaatkan dengan baik sehingga proses pengadaan barang/ jasa pemerintah bisa sesuai dengan aturan yang ada”, ujarnya. (nm/bpn/tim)