Ket.Foto : Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Denpasar menggelar Penataran Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan Tenaga Penyuluh Lapangan Agama Hindu (TPLAH) Kota Denpasar Tahun 2019 di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar. kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara pada Selasa (18/6) pagi.
Ket.Foto : Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Denpasar menggelar Penataran Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan Tenaga Penyuluh Lapangan Agama Hindu (TPLAH) Kota Denpasar Tahun 2019 di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar. kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara pada Selasa (18/6) pagi.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, Balipuspanews.com -Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Denpasar kembali menggelar Penataran Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan Tenaga Penyuluh Lapangan Agama Hindu (TPLAH), Selasa (18/6) di Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar. Pelatihan diikuti ratusan peserta ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara.

Penataran Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan Tenaga Penyuluh Lapangan Agama Hindu (TPLAH) Kota Denpasar Tahun 2019 mengambil tema “Jalaran Nincapang Widya Guna Ngukuhang Sesana Lan Swadharma Masesuluh Dharmopadesa yang bermakna meingkatkan pengetahuan serta pemahaman dalam melayani umat sesuai dengan swadharmanya yang berlandaskan petunjuk sastra agama”.

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap peningkatan kualitas Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan TPLAH di Kota Denpasar. Program ini menjadi fokus besar dari pembangunan di Kota Denpasar selain bidang dasar seperti pendidikan, kesehatan dan sosial. “Dilaksankannya kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar di dalam peningkatan kualitas melalui penataran serta pendidikan kepada masyarakat di bidang pelayanan keagamaan. Diharapkan pula melalui penataran ini para peserta mendapatkan wawasan seperti penerapan Motto Sewaka Dharma : Melayani Adalah Kewajiban serta Perwali No 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik agar bisa diaplikasikan dalam mendidik dan melayani umat” kata Rai Iswara.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara selaku ketua panitia acara mengatakan Penataran dilaksanakan secara rutin bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi para Pemangku, Serati Banten, Penyuluh Bahasa Bali dan TPLAH Kota Denpasar. materi penataran mengenai makna filosofis pelaksanaan upacara dan dapat memberikan layanan serta informasi yang benar kepada umat sesuai ketentuan sastra agama Hindu. “Khusus untuk penataran Penyuluh Bahasa Bali ini merupakan yang pertama kalinya. Penataran ini melibatkan setidaknya 173 peserta yang terdiri dari 40 orang Pemangku, 40 orang Sarathi, 39 orang Penyuluh Bahasa Bali, dan 54 orang TPL Agama Hindu. Setelah pembukaan ini akan dilanjutkan sampai dengan tanggal 20 Juni 2019,”ujarnya. Sementara khsusus untuk peserta penataran Pemangku dan Serathi Banten berasal dari Yayasan Kamalasana Denpasar. Adapun narasumber yang terlibat dalam penataran ini diantaranya Drs. Cokorda Putra Wisnu Wardana, M.Si dengan materi Siwa tattwa Dalam Susatra Hindu, Prof Dr.I.B Gde Yudha Triguna dengan materi pengurangan pemanfaatan bahan plastik dalam upacara keagamaan, Drs. I.B Putu Adriana dengan materi sesana Pemangku dan Serati Banten, Prof.Dr.I Made Surada, MA. Dengan materi bahasa Sansekerta dalam Puja Pengastawa, sera Ida Pandhita Dukuh Acharya Dhaksa dengan materi Agung Alit Upakara Panca Yadnya.

Salah satu peserta penataran penyuluh bahasa Bali, Eka mengatakan materi dalam penataran ini sangat menarik.terutama kepada penyuluh Bahasa Bali dimana diberikan wawasan mengenai Protokoler dan pengetahuan pengenter acara (MC) upacara keagamaan. “Tentu saja sangat berguna bagi kami terapkan saat melayani umat. Semoga kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan terutama menyangkut isu- isu apa yang selama ini mengganjal dalam kaitannya kami melayani umat”  ungkapnya, (rls/bpn).