Denpasar, balipuspanews.com – Ketua pansus pengelolaan sapi DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Parta SH bersama anggota melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Peternakan, Institut Teknologi Pertanian Bogor (IPB) Rabu (12/7).

Kehadiran Tim Pansus diterima Wakil Dekan Fakultas Rudy Afan didampingi sejumlah dosen.

Dalam pertemuan tersebut, Parta menyampaikan tentang pembentukan rencana peraturan daerah (Perda) pengelolaan sapi untuk menjaga pelestarian populasi sapi Bali. Selain itu, dengan adanya aturan tersebut, kesejahteraan para peternak sapi di Bali diharapkan kedepan lebih meningkat.

Pada sisi lainnya, dekade ini daging sapi Bali jarang, bahkan tidak diterima oleh sejumlah hotel di Bali.

“Ironis sekali, bahkan kami sangat prihatin melihat fakta tersebut di lapangan. Padahal, daging sapi Bali dikenal memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan,” kata Parta di sela acara kunja Tim Pansus, Rabu (12/7) siang.

Keunggulan dan kelebihan daging sapi sambung Parta lantaran daging sapi Bali memiliki tekstur padat, dan empuk.

Kelebihan lainnya, ternak sapi Bali pada umumnya bisa melahirkan sampai 13 kali jika dibandingkan dengan sapi luar negeri yang hanya mampu melahirkan hanya 3 sampai 4 kali saja.

“Saran dan masukan dari sejumlah dosen di IPB, kedeoan agar sapi bali diberikan suplemen tambahan untuk menambah kualitas dagingnya,” terangnya.

Masih kata Parta, bahkan para dosen menyarankan kepada Tim Pansus perlunya mendirikan pabrik pakan ternak di Bali.

“Pembibitan sapi tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke peternak. Ya, harus diambil alih oleh pemerintah atau pihak swasta. Salah satunya, penyediaan stock pangan dengan pendirian pabrik pakan ternak. Itu solusi agar bibit, dan daging sapi Bali laku dipasaran,” ungkapnya.

Masukan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Tim Pansus guna pemenuhan kualitas dan kuantitas sapi Bali.

“Agar bisa laku dengan kualitas bagus, dan unggul ada tiga hal pokok yg harus diperhatikan dalam pengelolaan sapi, yakni penggemukan, pembiakan dan pembibitan,” tutupnya.