Selasa, Juli 23, 2024
BerandaKlungkungTingkatkan Produksi Garam Tradisional Kusamba, Pemkab Klungkung Siapkan 500 Meter Garis Pantai...

Tingkatkan Produksi Garam Tradisional Kusamba, Pemkab Klungkung Siapkan 500 Meter Garis Pantai Karangdadi Jadi Lahan Penggaraman

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Tingginya permintaan pasar dan untuk meningkatkan produksi Garam Tradisional Kusamba Pemkab Klungkung akan menyiapkan tanggul pengaman pantai sepanjang 500 meter di Pantai Karangdadi, Kusamba, Klungkung.

Ketika di hubungi, Rabu (18/11/2020), Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menjelaskan hingga saat ini Koperasi Lembaga Ekonomi Pemberdayaan Pesisir (LEPP) Mina Segara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan masih kekurangan bahan baku untuk memproduksi garam beryodium. Koperasi yang memberdayakan petani garam lokal Desa Kusamba ini kini mendapatkan banyak permintaan baik di Bali hingga ke luar Bali.

Berdasarkan data yang diterima Bupati Suwirta, dalam sebulan kebutuhan pasar terhadap garam beryodium lokal Kusamba mencapai 4,5 ton per bulan. Ini sudah termasuk yang dipasarkan ke swalayan/toko berjejaring, serta pembelian wajib oleh PNS.

“Sementara rata-rata produksi garam beryodium dalam sebulan hanya 3 ton. Hingga saat ini masih kekurangan bahan baku dari petani lokal Kusamba,” ujar Bupati asal Ceningan.

Untuk meningkatkan jumlah produksi Bupati Suwirta meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung untuk merencanakan pembuatan tanggul pengaman pantai sepanjang 500 meter. Agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat penggaraman para petani tradisional Kusamba ini.

BACA :  Pasca Helikopter Jatuh, Pemprov Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

“Kita siapkan tempat panjang di Pantai Karangdadi 500 meter buat tempat penggaraman,” sebutnya.

Kadis PUPR Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Agung Lesmana mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan untuk membuat tanggul pengaman pantai sepanjang 500 meter kepada Balai Wilayah Sungai Bali Penida.

“Untuk realisasinya tunggu dari pihak Balai. Kita hanya mengajukan proposal terkait panjang tanggul yang dimohonkan di Pantai Karangdadi,” tuturnya.

Salah Seorang petani garam lokal Kusamba, I Ketut Kaping menjelaskan, saat ini pihaknya dan petani garam lokal lainnya tidak bisa lagi maksimal dalam memproduksi garam. Selain karena kondisi cuaca yang tidak menentu, juga dikarenakan lahan penggaraman warga yang sudah terkikis abrasi parah.

Ketut Kaping  yang sebelumnya memiliki lahan penggaraman sekitar 13 are, saat ini hanya tersisa 4 are. Hal ini juga membuat dirinya tidak lagi mampu memproduksi garam.

Jika dahulu bisa menghasilkan garam berkualitas bagus sampai 40 kg dengan luasan 13 are. Saat ini paling banyak,petani garam hanya mampu memproduksi garam sekitar 7 kg saja.

BACA :  Rakor Staf Ahli Kepala Daerah se-Provinsi Bali Digelar di Jembrana

Penulis/Editor : Roni/Budiarta

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular