Ilustrasi penggelapan dana pengadaan rumbing. Foto Google
sewa motor matic murah dibali

JEMBRANA, balipuspanews.com- Pengadaan rumbing ( hiasan kepala kerbau) yang bersumber dari bantuan PHR Badung 2018 di Kota Makepung Jembrana “berbau  amis ”. Dana sebesar Rp 300 juta yang diprakarasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana itu diduga disalurkan tidak sesuai peruntukan. Bahkan, kejanggalan tersebut kini dalam proses penyelidikan unit III Tipikor Polres Jembrana.

Informasi yang dikumpulkan dilapangan Senin ( 13/5/2019) menyebutkan, kejanggalan sudah mulai muncul saat ada penunjukan langsung kepada rekanan CV Biru Laut dan CV Cahaya Dewata yang keduanya menangani pengadaan masing- masing Rp 150 juta. Dana tersebut bukannya dibelikan rumbing. Justru dana segar itu diberikan kepada sekaa makepung Ijogading Timur dan Ijogading untuk dikontribusikan kepada sekaa lainnya.

Pengurus kedua sekaa tersebut membagikan uang kepada sekaa lainnya dengan jumlah bervariasi, ada yang menerima Rp 700 ribu ada juga yang menerima Rp 650 ribu. Anehnya, ada tandatangan sekaa yang dipalsukan.

Salah satu seorang sekaa yang namanya enggan disebutkan menuturkan, seharusnya yang diterima adalah sepasang rumbing bukanlah uang. Harga sepasang rumbing bisa mencapai Rp 3 juta. Anehnya, pembagian uang yang jauh dari harga rumbing dianggap sebagai biaya service rumbing.

Dikonfirmasi terpisah Kasat Reskrim Pores Jembrana  AKP Yogie Pramagita, Senin ( 13/5/2019) membenarkan pihaknya sedang melakukan lidik atas kejanggalan tersebut.

“ Beberapa sekaa sudah kita minta keterangan,” ujarnya. ( tim/bpn)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here