Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

MENGWI, Balipuspanews. com – Dari 10 pasar tradisional yang resmi beroperasi di bawah Perumda Kabupaten Badung, 5 pasar nasibnya kembang kempis.

“Bangkitknya pasar desa adat, serta maraknya pasar modern berjaringan menjadi penyebab sepinya lima pasar tradisional itu, ” kata I Made Sukantra, Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana di Mengwi, Kamis (14/2).

Lima pasar yang mengalami mati suri itu menurut Sukantra yakni Pasar Tenten di depan Pura Taman Ayun, Pasar Kerta Sari di Latu, Abiansemal, Pasar Petang, Pasar Kapal dan Pasar Sembung, Mengwi Badung.

Sedangkan 5 pasar tradisional yang hidup yakni Kuta I, Kuta II, Pasar Nusa Dua, Pasar Hewan dan Umum Beringkit, Mengwi, Badung.

Terkait mati surinya pasar tradisional
itu, kata pria asal Kutuh, Jimbaran yang baru 8 hari dilantik menjadi Direktur Utama itu sudah mengidentifikasi solusi menghidupkan pasar tersebut.

” Menurut Bupati Badung, Giri Prasta satu pasar Kerta Sari akan dirombak menjadi sekolah, ” ujarnya.

Tidak hanya pasar yang mati suri akan dihidupkan, Pasar Hewan Beringkit juga akan dikelola dengan baik agar petani tidak merugi.

“Sebelumnya sapi milik petani ditimbang dengan manual, kedepan kita hidupkan timbangan digitalisasinya,” ujarnya.

Selain timbangan digital, pihaknya juga akan membuka sistem E-Parkir di Pasar Beringkit.

Hal senada juga disampaikan I Wayan Astika, Direktur Operasional Perumda Pasar Mangu Giri Sedana pihaknya akan melakukan berbagai terobosan untuk penyelamatan sapi Bali.

“Mudah-mudahan dengan timbangan digitalisasi petani tak merugi, ” katanya. (art/bpn/tim)

Advertisement
Loading...