Rabu, Oktober 28, 2020
Beranda Bali Buleleng Tokoh Masyarakat Tamblang Tutup Usia

Tokoh Masyarakat Tamblang Tutup Usia

KUBUTAMBAHAN, balipuspanews.com — Ucapan bela sungkawa tak henti-hentinya diungkapkan pelayat yang berduyun-duyun memenuhi rumah duka Wayan Budasari (60), salah satu tokoh masyarakat di desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Mendiang Budasari dikenal supel dan humoris, meninggal dunia di RS Kertha Usada Singaraja, Senin (19/11) sekitar pukul 22.45 WITA, akibat penyakit sesak nafas yang dideritanya.

Menurut kerabat dekat I Gede Susila Kertiyasa, mendiang Budasari kerap disapa Opa itu, semasa hidupnya selalu mendedikasikan diri kepada masyarakat, utamanya di desa Tamblang.

“Opa pebisnis sukses yang tak pernah melupakan sejarah. Meski sesibuk apapun, Opa selalu royal dan loyal kepada masyarakat desa Tamblang. Banyak warga dibantu, terutama sisi pendidikan dan kesehatan hingga Opa menjadi figur yang ditokohkan,” ungkap pria akrab disapa Sila.

Tak hanya itu, pemilik usaha garmen R Cemerlang, dikenal sebagai sosok panutan.

“Sosok panutan bagi kami, karena Opa pandai bergaul, komunikatif, tolong menolong. Tidak pernah membedakan si kaya atau si miskin. Ya, semua lapisan masyarakat dirangkul, dari anak-anak, pemuda, dan para lansia demi kemajuan dan kesejahteraan desa,” terangnya.

Luh Hesti Ranitasari selaku putri sulung mendiang mengaku, tidak ada tanda-tanda jika ayahanda tercinta akan menghadap Ida Hyang Widhi Wasa.

Rani membeberkan, sang ayah memang sudah lama mengidap penyakit sesak nafas. Belakangan ini kondisinya pun terlihat kurang stabil.

“Papa memang sudah lama sakit sesak nafas, mulai terlihat akut, satu minggu lalu,” jelasnya.

Imbuh Rani menjabat Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, kondisi tubuh papa mendadak drop hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (17/11) pukul 17.00 WITA, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Senin (19/11) pukul 22.45 WITA.

Pesan penting disampaikan ayahanda kepadanya agar senantiasa welas asih kepada sesama.

“Pesan menyentuh, yang selalu diingat dari papa, teruslah menolong sesama, sabar dan ikhlas. Jangan pandang orang, jangan mikir apa, selama bisa dibantu ya bantu, tolong dan bantu semampu dan seikhlasnya,” tutur Rani seraya mengusap air mata.

Mendiang Budasari lahir pada 6 Maret 1959, meninggalkan 1 istri bernama Siswati Christian, 3 anak, cucu 4 orang. Puncak prosesi upacara pengabenan mendiang Budasari dilaksanakan pada Minggu (24/11).

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Kasus Pencurian Burung Tersangka Kampret Masuk Lapas, Polisi Tangkap Rekannya Wewek

DENPASAR, balipuspanews.com - Kadek Yasa alias Kampret,21, sudah menjalani vonis terkait kasus pencurian burung murai di Jalan Imam Bonjol, Gang Gunung Saba,  Desa Pemecutan...
Member of