Tower Celluler di Nusa Penida sudah diuji coba
Tower Celluler di Nusa Penida sudah diuji coba

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Nusa Penida sebagai pulau terluar Bali dan Kabupaten Klungkung, masalah internet menjadi kebutuhan dasar yang mendesak akan jaringan telekomunikasi dan teknologi informasi pada masa pandemi Covid-19 ini.

Masyarakat membutuhkan akses internet dimana saja dan kapan saja untuk memperoleh informasi agar tidak terkungkung ketinggalan informasi luar.

Erat Kebutuhan internet saat ini di Nusa Penida juga terkait dengan dunia pendidikan yang sempat lumpuh akibat pandemi, saat ini juga butuh konektifitas internet, guna mendukung proses pembelajaran secara virtual.

Bersyukur Kepulauan Nusa Penida yang dulunya ada empat desa mengalami blank spot, kini masalah tersebut mulai teratasi perlahan tapi pasti.

Empat desa yang sebelumnya tidak tersentuh sinyal telepon, Desa Batukandik, Klumpu, Suana, dan Desa Sekartaji, kini sudah bisa mulai mengakses internet.

Terkait problem mendasar internet di Nusa Penida ini, Kepala Dinas Komunikasi Dan Infomasi Kabupaten Klungkung, Drs I Wayan Parna menyampaikan, empat desa yang sebelumnya mengalami blank spot sudah mulai bisa mengakses sinyal telepon celluler yang selama ini sangat kesulitan didapatkan warga setempat.

“Karena sudah dibangun tower di dua desa yakni di Desa Batukandik dan Desa Sekartaji. Ini berkat lobi-lobi pak bupati (Bupati Suwirta),” tandas Parna.

“Rencananya uji coba internet hari ini di Sekartaji, tapi listrik sempat mati, tapi dua hari sempat hidup,” ujar Wayan Parna sumringah.

Menurut Wayan Parna, semua investasi pembangunan dua tower itu sepenuhnya ditanggung pihak provider.

Selain mengatasi masalah blank spot, Pemkab Klungkung juga mulai menggenjot internet masuk desa adat. Ada 122 titik (desa adat) yang disasar internet gratis.

Dari 122 titik, yang sudah terpasang internet sebanyak 83 titik, sisanya sebanyak 39 titik yang semuanya ada di Nusa Penida, saat ini sedang proses pemasangan.

Selain menggenjot internet masuk desa adat, juga pemasangan internet gratis pada sembilan puskesmas, tiga diantaranya ada di Nusa Penida.

Demikian pula pemasangan internet pada 17 objek wisata, diantaranya 10 objek wisata ada di Nusa Penida.

“Sedang dikerjakan sejak dua minggu lalu, sumber anggarannya dari BKK Provinsi Bali sebanyak Rp 814 juta dan APBD Kabupaten Klungkung sebanyak Rp 240 juta,” Ujarnya.

Dengan tersedianya infrastruktur dan jaringan komunikasi, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat serta industri pariwisata akan penyediaan teknologi informasi dan komunikasi.

Namun saat uji coba ternyata ada masih ditemukan area wilayah atas yang belum bisa terkoneksi internet dengan baik. Hal ini mengundang pertanyaan masyarakat setempat.

Terkait masih ditemukan area yang belum bisa diakses internet saat uji coba ini, menurut Wayan Parna hal tersebut akan dipenuhi secara bertahap dengan akan membangun tower penyangga lainnya untuk memperkuat sinyal telepon celluler warga.

“Kita akan melaporkan hal ini kepada Bupati Klungkung karena di Nusa Penida tidak cukup satu tower perlu ditambah Tower penguat lagi. Nantinya akan kita sulam lagi agar sinyal makin kuat diterima warga,” ujar pejabat asal Sidayu ini Optimis.

Penulis/Editor : Roni/Oka Suryawan

Facebook Comments