Selasa, Juli 23, 2024
BerandaKarangasemTradisi Gebung Ende Usai Nyineb Ngusaba Kapat di Desa Adat Seraya Dipercaya...

Tradisi Gebung Ende Usai Nyineb Ngusaba Kapat di Desa Adat Seraya Dipercaya Mampu Datangkan Hujan

KARANGASEM, balipuspanews.com – Warga Desa Adat Seraya, Karangasem, Selasa (3/10/2023), menggelar tradisi gebug ende Sakral usai aci penyineban Ngusaba Kapat di Pura Puseh dan Bale Agung.

Dalam gelaran kali ini, seperti biasa peserta gebug ende terdiri dari dua orang pria dewasa. Bersenjatakan rotan berikut tameng (ende), keduanya kemudian saling serang dibawah komando seorang “saye” atau wasit. Uniknya disela-sela pertarungan peserta biasanya melakukan aksi tarian-tarian khas gebug ende untuk mengecoh lawannya.

Kelian Desa Adat Seraya, I Made Salin menuturkan, berdasarkan kepercayaan yang telah diwariskan secara turun temurun, tradisi gebug ende ini berkaitan dengan ritual untuk memohon hujan turun setelah dilanda kemarau panjang.

“Kepercayaan kami disini tradisi gebug ende ini juga diyakini mampu mengundang hujan. Setiap gelaran tradisi gebug ende akan dilaksanakan selama 3 hari, dimana setiap pelaksanaannya minimal ada 3 kali gebug ende, nah setelah ini kami tinggal menunggu turunnya hujan,” kata Salin.

Seperti yang diketahui, kondisi wilayah Desa Adat Seraya berada didekat garis pantai dengan lahan cenderung didominasi perbukitan dan sungai. Secara geografis Desa Seraya berada diketinggian sekitar 400 meter diatas permukaan laut yang membuatnya cukup sulit untuk bisa turun hujan dikawasan tersebut.

BACA :  999 Mahasiswa Asal Jembrana Terima Beasiswa

Penulis: Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular