Tradisi Pindapatta, Kikis Pikiran Kotor dengan Sang Bhikkhu Jalan Kaki

Panitia Persiapan hari raya Suci Waisak di Vihara Vihara Buddha Sakyamuni

Denpasar, balipuspanews.com – Untuk memperingati hari suci Waisak, umat Budha melakukan tradisi unik Pindapatta yakni sang bhikkhu berjalan kaki dari Bank Danamon, Jalan Gunung Agung menuju Vihara Buddha Sakyamuni di jalan Padang Udayana no. 3 Denpasar.

“Pindapatta adalah tradisi Bhikkhu untuk menerima dana makan dari umat & dlm rangka sebulan penuh berkah Vihara Buddha Sakyamuni mengadakan acara Pindapatta dari depan Bank Danamon Jalan Gunung Agung berjalan sampai Vihara Buddha Sakyamuni jadi memberikan kesempatan kepada umat berbuat bajik kepada Bhikkhu,” kata Oscar N. Wanouw, Ketua Dayaka Sabha (Pengurus Vihara Buddha Sakyamuni) saat memberikan keterangan pers di Vihara Buddha Sakyamuni, (24/4).

Tradisi ini kata Oscar akan dilaksanakan pada hari Kamis (10/4) dengan membawa Mbul atau mangkuk besar sebagai tempat makanan yang dipersembahkan oleh umatnya ketika sedang berjalan dari jalan raya Gunung Agung sampai Vihara Buddha Sakyamuni.

Tujuan tradisi itu adalah untuk mengikis permusuhan dan membersihkan pikiran kotor kita, disamping mengenalkan kebudayaan kepada warga Bali dan sekitarnya.

Selain mengadakan tradisi Pindapatta juga dilakukan sejumlah acara yakni pada hari Minggu (27/5) diadakan kerja bakti untuk membersihkan Vihara, gudang, perpustakaan dan ruang-ruang suci.

Selanjutnya diadakan acara sebulan pendalaman Dharma yang dilaksanakan pada hari Senin (30/4) sampai Senin (28/5) .

“Sebulan sekali untuk berlatih 8 sila atau Atthasila bagi umat Buddha. Tidak dipaksa namun ini anjuran. Kalau mau lakukanlah 8 sila tersebut maka akan mendapat manfaatnya,” kata Oscar N. Wanouw.

Adapun 8 silla tersebut yakni :

1. Aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.
2. Aku bertekad melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan.
3. Aku bertekad melatih diri menghindari perbuatan tidak suci.
4. Aku bertekad melatih diri menghindari ucapan bohong.
5. Aku bertekad melatih diri menghindari minuman memabukkan hasil penyulingan atau       peragian yang menyebabkan lemahnya kesadaran.
6. Aku bertekad melatih diri menghindari makan makanan setelah setelah tengah hari.
7. Aku bertekad melatih diri menghindari menari, menyanyi bermain musik, dan pergi           melihat pertunjukkan; memakai, berhias dengan bebungaan, wewangian dan barang         olesan dengan tujuan untuk mempercantik.
8. Aku bertekad melatih diri menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk            yang  tinggi dan besar atau mewah.

Oscar didampingi oleh Cynthia Bara (Panitia Mahajata), Sutikno Gunawan (Koordinator SPD), dan Vito Dhammaguna Wijaya (Ketua panitia peringatan hari Trisuci Waisak) mencapaikan kalau acara puncak perayaan hari suci Waisak pada tanggal hari Selasa (29/4).

Pada puncak acara akan dilepas ribuan burung merpati secara bersamaan. Uniknya, burung-burung merpati tersebut tidak dipesan melainkan langsung dibeli ke tempatnya dengan jumlah yang dijual oleh pedagang.

Selain itu, para umat Budha juga mengelilingi vihara sekaligus melaksanakan upacara keagamaan. (poppi/bpn/art)