Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Buleleng Transaksi Berbasis Digital di Buleleng Mulai Diterapkan, Bupati Siap Bantu Sosialisasi Sampai...

Transaksi Berbasis Digital di Buleleng Mulai Diterapkan, Bupati Siap Bantu Sosialisasi Sampai Ke Desa

BULELENG, balipuspanews.com – Resminya diterapkan pemberlakuan kehidupan era baru membutuhkan penyesuaian di beberapa sektor. Bahkan termasuk pada sektor ekonomi.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST melakukan upaya pemulihan dengan mendorong masyarakat agar dapat melakukan transaksi berbasis digital.

Salah satunya melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), Kamis (9/7/2020).

Bupati Buleleng Agus Suradnyana disela sela selesai menyambut Wagub dalam acara peresmian tatanan kehidupan baru di Taman Kota Singaraja mengatakan melalui transaksi digital tersebut nantinya dapat membantu meminimalisir terjadinya paparan Covid-19 pada kegiatan ekonomi yang terjadi dalam tatanan kehidupan era baru yang dibuka untuk Bali secara regional saat ini.

Selain itu lewat transaksi berbasis digital ini sebagai upaya memotong mata rantai penularan Covid-19. Sehingga transaksi melalui QRIS ini dinilai cukup mudah dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Sebab dirinya yang sebelumnya ribet memakai kartu kredit melalui QRIS bisa pakai telepon seluler

“Selama ini jika menggunakan kartu kredit saya rasa agak ribet, tapi kalau ini dengan menggunakan telepon seluler saja sudah bisa. Saya akan sosialisasikan hingga ke desa-desa,” ungkapnya.

Dipilihnya Kabupaten Buleleng sebagai penerapan kegiatan transaksi berbasis digital ini tentu bukan tanpa dasar. Bahkan sebelum Kabupaten Buleleng dikategorikan masuk dalam kategori zona merah hingga saat ini sudah masuk dalam kategori zona hijau.

Hal itu merupakan hasil dari upaya seluruh pihak terkait yang terus bersinergi bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin oleh seluruh SKPD Lingkup Pemkab Buleleng serta Satgas Gotong Royong yang ada di Desa yang menyasar daerah perkotaan hingga ke pelosok desa. Seluruhnya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terstruktur.

“Kita patut berbangga, dengan mempelajari keadaan akhirnya kita mampu untuk survive kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengungkapkan melalui momentum seperti sekarang sangat tepat dilakukan hal tersebut.

Bahkan ketika masyarakat diminta untuk menghindari sentuhan langsung satu dengan yang lainnya. Baik itu melalui media seperti kertas, kartu kredit ataupun media lainnya, penerapan kegiatan transaksi berbasis digital ini dirasa cukup tepat.

Selain itu upaya ini dinilai cukup efektif untuk membantu menghindari penularan Covid-19 kembali.

“Ini akan cepat menyebar, karena bank-bank yang sudah menerapkan pasti akan berlomba-lomba untuk mensosialisasikan hal ini, sebab membantu dalam mencegah penularan juga,” terangnya.

Hal seirama diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho yang mengungkapkan pihaknya juga mendorong seluruh perbankan, hotel-hotel, dan semua jenis usaha agar tidak lagi melakukan transaksi dengan metode cash. Sehingga proses penularan covid 19 bisa berkurang.

Kendati terbilang baru, untuk mempelajari transaksi melalui QRIS ini cukup dengan hitungan menit saja diyakini sudah bisa menerapkan.

“Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menerapkan, sejak terjadinya pandemi dari bulan Maret hingga sekarang transaksi berbasis QRIS ini sudah dilakukan hingga 50 persen lebih,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of