Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengTransmisi Lokal Antar Kabupaten Masih Terjadi, GTPP Perlu Ada Koordinasi Antar Kabupaten

Transmisi Lokal Antar Kabupaten Masih Terjadi, GTPP Perlu Ada Koordinasi Antar Kabupaten

BULELENG, balipuspanews.com – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari transmisi lokal antar kabupaten di Provinsi Bali masih terus ditemukan khusunya di Buleleng.

Saat ini untuk menghindari hal tersebut terjadi lagi, diperlukan adanya koordinasi antara Kabupaten Buleleng dengan kabupaten lainnya, khususnya yang masih masuk dalam kategori zona merah.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd menjelaskan transmisi lokal antar kabupaten menjadi fokus perhatian pihak GTPP Covid-19 Buleleng saat ini.

Lewat pemberlakuan tatanan kehidupan era baru serta di bukanya Bali khusus untuk antar kabupaten di Bali, memang Kabupaten Buleleng dan kabupaten lainnya tidak bisa melakukan proses seleksi di perbatasan.

Meski seleksi hanya ada untuk pos sekat di Labuan Lalang, namun disana hanya mengantisipasi pelaku perjalanan dari luar provinsi. Hal tersebut perlu dipertimbangkan kembali agar orang yang sering melakukan perjalanan antar daerah lebih memperketat protokol kesehatan.

“Yang sangat diperlukan saat ini adalah semua pihak melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Apalagi orang-orang yang sering melakukan perjalanan dari daerah yang masuk zona merah ke daerah yang zona hijau,” ungkapnya.

BACA :  Pj Bupati dan Pj Gubernur Panen Cabai Bersama, Singgung Soal Penanganan Inflasi

Lanjut Suyasa yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng menambahkan koordinasi antar kabupaten dipandang perlu saat tatanan kehidupan era baru diberlakukan. Dalam pelaksanaan tersebut Kabupaten Buleleng tidak bisa mengambil kebijakan sendiri.

Dengan demikian Gubernur Bali selaku Ketua GTPP Covid-19 Provinsi Bali setiap bulan sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh bupati/walikota untuk mengevaluasi dan menerima masukan dari masing masing kabupaten dalam menyelesaikan persoalan terkait covid-19.

“Karena ini antar daerah/kabupaten tentu kita tidak bisa mengambil kebijakan sepihak. Tapi merupakan kewajiban provinsi mengatur strateginya supaya wilayah yang hijau tidak menjadi terpapar lebih banyak lalu bisa berubah menjadi merah,” tambahnya.

Sementara itu, data perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Buleleng sebanyak 115 orang, sembuh secara kumulatif 102 orang, pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Pratama Giri Emas sebanyak 12 Orang, dan satu orang dirujuk ke Denpasar.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif secara kumulatif sebanyak 28 orang, PDP terkonfirmasi 11 orang dan PDP yang dirawat sebanyak satu orang.

BACA :  Mobile Intellectual Property Clinic Diadakan di Buleleng, Fokus Konsultasi Kekayaan Intelektual

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 125 orang, ODP selesai masa pantau terdapat 115 orang dan ODP terkonfirmasi sepuluh orang.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 2.252 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.918 orang, dan OTG melaksanakan karantina mandiri sebanyak 238 orang, OTG Yang sedang Dirawat di Rumah Sakit Pratama Giri Emas Sebanyak dua Orang, serta jumlah OTG terkonfirmasi sebanyak 94 Orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 4.203 orang, dan seluruhnya sudah selesai masa pantau selama 14 hari.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular