Komunitas Trash Hero beraksi bersih-bersih sampah
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Pawai Budaya dalam rangka HUT ke-247 Kota Gianyar yang akan digelar Selasa (17/4) siang di depan open stage Balai Budaya, dipastikan menarik kehadiran ribuan masyarakat Gianyar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, konsentrasi massa tersebut akan menyisakan sampah yang cukup banyak selama pertunjukan berlangsung. Mengantipasi membludaknya sampah, komunitas nirlaba yang bergerak di bidang sampah plastik bernama Trash Hero Indonesia (THI) akan turut mengawal kebersihan dalam pergelaran akbar Pawai Budaya Gianyar 2018 tersebut. Relawan THI bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Gianyar siap mengingatkan masyarakat agar tidak ‘nyampah’ sembarangan.

“Kami mengajak masyarakat yang menghadiri pawai budaya untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan, dengan memungut sampah yang berserakan dan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Wayan Aksara, Ketua Yayasan THI.

Wayan Aksara mengatakan, pihaknya sudah siap dan mengajak sahabat dari pelbagai komunitas di Bali untuk terjun langsung mengontrol kebersihan dalam pagelaran pawai budaya siang ini. Di antaranya, Tol Tol, Dolly Hardliners, Nil Til Lulu, dan Room 121.

”Tentunya di-support penuh DLH Gianyar,” ucapnya.

Dia mengharapkan, kesadaran masyarakat Kabupaten Gianyar untuk bersama-sama menjaga lingkungan, dimulai dengan hal sederhana yakni menempatkan sampah pada tempatnya. Jangan sampai seenaknya membuang di jalanan. Sejauh ini, masyarakat mulai peduli terhadap lingkungan, namun tetap harus ditingkatkan lagi.

”Perlu edukasi lebih intens,” kata Aksara.

Pria yang juga sebagai Ketua Chapter THI wilayah Saba itu menuturkan, THI secara rutin terlibat dalam kegiatan kebersihan setiap minggunya. Di Bali, komunitas tersebut sudah memiliki partisan di masing-masing wilayah, meliputi Trash Hero Amed, PadangBay, Candidasa, Saba, Ubud, Mas, Kertalangu, Sanur, dan lainnya.

“Tujuan kami adalah menginspirasi,” ujarnya.

Merunut pengalaman sebelumnya, setiap pergelaran yang melibatkan orang banyak, di manapun itu, bisa dipastikan sampah menjadi masalah utama. Masih banyak masyarakat yang belum begitu faham akan dampak terhadap ekosistem lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Gianyar Wayan Kujus Pawitra menilai, kehadiran komunitas seperti Trash Hero sangat layak diapresiasi. Sebab, para pecinta lingkungan tersebut memberi aksi nyata dalam memberantas sampah secara sukarela. ”Mereka pantas disebut pahlawan lingkungan, tepat sesuai dengan nama komunitasnya,” ucapnya. (hms)

Tinggalkan Komentar...