Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Buleleng Tujuh Hari Pencarian Tak Ada Tanda, Proses Pencarian Nelayan di Penuktukan Dihentikan

Tujuh Hari Pencarian Tak Ada Tanda, Proses Pencarian Nelayan di Penuktukan Dihentikan

BULELENG, balipuspanews.com – Proses pencarian terhadap seorang nelayan yang seminggu lalu dikabarkan hilang di laut wilayah Banjar Dinas Belimbing, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula hingga Sabtu (17/10/2020) tidak menemukan titik terang atau tanda tanda dari korban yang bernama bernama Nyoman Indrawan, 38. Tim gabungan akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pencarian terhadap korban yang sampai saat ini tidak ada tanda keberadaannya.

Kepala Pos Basarnas Buleleng Dewa Hendri Gunawan mengungkapkan bahwa korban yang diduga terjatuh dan tenggelam, pada Minggu (10/10/2020), hingga saat ini sudah berselang sepekan tidak juga ditemukan titik terang sekaligus pertanda keberadaan korban.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas Pos Basarnas Buleleng bersama anggota Sat Polair Polres Buleleng, Polsek Tejakula, anggota TNI AL bahkan telah melaksanakan pencarian secara maksimal. Tak hanya itu sebelumnya, pada pencarian hari ketiga petugas telah memperluas wilayah penyisiran hingga lebih dari 20 Nautical mile (Nm) ke timur dari lokasi jatuhnya korban.

“Pencarian akan dihentikan karena sudah dilakukan tujuh hari dan belum ada tanda-tanda keberadaan korban, sudah tujuh hari kami lakukan pencarian kami belum temukan korban yang mengambang di tengah laut. Begitu pula tergeletak di pinggir pantai,” ungkapnya, Minggu (18/10/2020).

Lebih jauh dijelaskan meski proses pencarian telah dihentikan, namun petugas akan terus melakukan upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta nelayan di pesisir Kabupaten Buleleng jika nantinya ada tanda-tanda korban ditemukan. Sehingga nantinya jika ada informasi terkait korban pihaknya sudah siap melaksanakan proses sesuai prosedur yang ada.

“Kami masih akan terus berkoordinasi dengan petugas lainnya jika ada potensi keberadaan korban. Seandainya korban ditemukan kami siap melakukan evakuasi,” tegasnya.

Terkait kabar tenggelamnya korban sebelumnya diberitakan Nyoman Indrawan, 38, dikabarkan hilang terjatuh dan tenggelam di tengah laut wilayah Desa Penuktukan, pada Minggu (11/10/2020) sore sekira pukul 17.30 Wita.

Pada saat itu korban awalnya pergi melaut bersama iparnya, Made Adi Setiawan, 34, sekitar pukul 16.30 Wita. Mereka berangkat ke tengah laut untuk mencari ikan menggunakan jukung warna putih.

Saat itu korban duduk di posisi belakang perahu sebagai pengemudi, dan saksi Adi duduk di depan. Setelah perjalanan satu jam ke tengah laut, tiba-tiba saksi Adi mendengar ada suara benda terjatuh di belakang. Saat melihat ke belakang, saksi Adi sudah mendapati korban tidak ada di perahu. Lantaran saksi Adi tidak bisa mengemudikan perahu, maka perahu terus melaju ke depan hingga menjauhi korban. Setelah 100 meter menjauh, saksi sudah melihat korban tidak ada.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of