Senin, Februari 26, 2024
BerandaBulelengTujuh Lontar Milik Masyarakat Diinventarisasi Gedong Kirtya

Tujuh Lontar Milik Masyarakat Diinventarisasi Gedong Kirtya

BULELENG, balipuspanews.com– Sebanyak tujuh lontar yang tadinya milik masyarakat akhirnya di inventarisasi Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng sampai Juli 2023. Dilakukannya proses inventarisasi lontar milik masyarakat tujuannya tidak lain untuk mencegah adanya kerusakan juga menyelamatkan aset kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Buleleng sekarang.

Dalam proses inventarisasi Disbud Buleleng melakukannya lewat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gedong Kirtya. Dimana kata Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati bahwa inventarisasi lontar tidak lain sebagai upaya menjaring informasi tentang keberadaan lontar yang ada di masyarakat.

Nantinya lontar-lontar yang ada, bisa untuk dijadikan data referensi ilmu pengetahuan di Gedong Kertya. Bahkan apabila pemiliknya mengizinkan, maka lontar tersebut juga akan di duplikasi.

Sampai saat ini inventarisasi lontar baru dilakukan di tiga lokasi antara lain di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, dan Desa Suwug, Kecamatan Sawan.

“Sudah ada tiga lokasi hanya sebagian besar inventarisasi yang sudah dilakukan, kondisi lontar sudah rusak parah. Ini menyulitkan tim inventarisasi untuk melakukan pendataan. Misalnya di Desa Joanyar disana tim hanya bisa selamatkan potongan-potongan sisa dari lontar,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/7/2023).

BACA :  Puluhan Penyandang Disabilitas di Denpasar Terima Bantuan Sembako

Namun demikian, Dewa Ayu menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat sekarang memiliki lontar warisan. Akan tetapi, ada masyarakat yang belum memberikan izin untuk di Inventarisasi.

Kendati begitu pihaknya tetap melakukan upaya pendekatan secara persuasif untuk mengindentifikasi lontar-lontar yang sudah berusia cukup lama.

“Kalau yang sudah berhasil diinvestasikan itu ada diserahkan sendiri oleh ahli waris serta ada yang belum mengizinkan. Tapi kami tetap melakukan upaya pendataan dan sekaligus melakukan perawatan agar keberadaan lontar itu tidak cepat rusak,” ungkap dia.

Dewa ayu menyebutkan untuk hasil dari inventarisasi yang dilakukan tim hanya mendapatkan lontar warisan yang umumnya juga ditemukan di tempat lain, seperti lontar umum tentang Wariga, Usada, Babad, dan Kawisesan.

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular