31.5 C
Denpasar
26/01/2022, 3:55 PM
DenpasarTukang Pande Tak Lulus SD, Anaknya Raih Gelar Doktor Diusia 29

Tukang Pande Tak Lulus SD, Anaknya Raih Gelar Doktor Diusia 29

balipuspanews google news

DENPASAR, balipuspanews.com – Mampu menyekolahkan anak hingga ke bangku kuliah merupakan dambaan bagi semua orang tua.

Namun, tak semua anak mampu dengan mulus mengenyam pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, begitu pula tak semua orang tua mampu membiayai anak sampai di bangku kuliah.

Keterbatasan tak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Berbekal semangat, kerja keras yang konsisten disertai doa, semua hambatan akan terlewati dengan mulus.

Menjadi doktor adalah nikmat yang harus disyukuri, karena tidak semua yang mengambil studi doktor (strata tiga) dapat menyelesaikannya dengan beragam alasan. Tanpa dukungan banyak pihak dan izin Tuhan yang Maha Kuasa, nampaknya menjadi doktor menjadi sesuatu di luar imajinasi.

Seperti halnya pasangan I Nyoman Selegai berprofesi sebagai pande besi dan istri Ni Ketut Rinten bekerja menjadi buruh serabutan sambil membantu usaha suaminya. Pasangan suami istri yang tidak lulus sekolah dasar ini tinggal dan membesarkan anak-anak mereka tepat di bantaran sungai di Banjar Dinas Kelod, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Dengan latar belakang pendidikan dan skill yang minim, tak banyak harapan yang ditanamkan Selegai dan Rinten terhadap sembilan buah hatinya, kecuali menjamin perut mereka tidak kosong.

Dari sembilan bersaudara, hanya Komang Gede yang bisa merasakan nikmatnya mengunyah pendidikan tinggi. Syukur, hal ini berimbas kepada adiknya nomor delapan atas ajakan sang kakak.

Meski tak tamat sekolah dasar, namun pasangan ini mampu menelorkan putra seorang doktor. Adalah Dr. I Komang Gede, SE., MM.,

merupakan putra ketujuh yang sukses meraih gelar doktornya diusia muda (29 tahun). Pria ini sukses menyelesaikan studi doktor pada Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya. Ujian terbuka promosi doktornya berlangsung Kamis (13/1/2022) di Kampus Untag.

Gelar akademik prestisius itu berhak disadang setelah Komang Gede mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Pemberdayaan, Etos Kerja terhadap JOB Enrichment, OCB dan Kinerja Karyawan Lembaga Perkreditan Desa di Provinsi Bali’. Ia lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Dikonfirmasi dari Denpasar, usai ujian terbuka, Komang Gede tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia seolah tak percaya pada capaiannya. Ingatannya tertarik ke dalam lorong waktu, bagaimana masa kecilnya harus membanting tulang membantu perekonomian keluarga.

“Jika melihat kondisi keluarga, rasanya mustahil saya bisa di titik ini,” kata dia.

Diakuinya, perubahan hidupnya dimulai setelah lulus SMP di kampung, ia menerima tawaran sanak saudaranya untuk melanjutkan SMA di Kota Denpasar. Kemudian berlanjut S1 di Universitas Ngurah Rai, S2 di Universitas Udayana. Keilmuannya linier bidang ekonomi.

“Seandainya saya terus-terusan di kampung, paling mentok saya lulus SMP dan kerja serabutan juga,” kata dia.

Komang Gede meyakinkan, seluruh biaya pendidikan dari sarjana hingga doktor berasal dari keringatnya sendiri. Latar belakang pekerja keras sejak kecil, menumbuhkan jiwa kemandirian. Pekerjaan sambilan apa pun diambil saat masih kuliah S1.

Hingga akhirnya setelah sarjana ia bekerja di sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Setelah lulus S2, Komang Gede diterima sebagai dosen di Universitas Hindu Indonesia (Unhi), Denpasar, dan tetap bekerja di BPR yang berbeda dari sebelumnya.

“Kalau saya relatif tidak menemui kendala selama studi karena saya sudah rancang dari awal. Saya bekerja tidak hanya satu tempat. Saya sadar dengan biaya S3 mencapai ratusan juta, harus dibarengengi dengan kerja keras, doa dan restu, istri, orangtua,” katanya.

Tak mau terlena, suami dari Ni Made Irma Nirmala ini langsung mengambil ancang-ancang meraih gelar guru besar (professor) di usia muda. Dia mengaku tidak suka mengulur-ngulur waktu mumpung situasi sangat memungkinkan. Saat ini, putra semata wayangnya, Davin, belum genap berusia satu bulan sehingga ia bisa fokus membiayai kelanjutan studinya.

“Setiap dosen pasti tujuannya menjadi professor. Jadi bagi saya, target itu tak muluk-muluk,” pungkas Komang Gede yang sebagian besar saudara kandungnya berprofesi sebagai tukang bangunan itu.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Ular Pura Goa Lawah Muncul, Warga Menyebut Sebagai Pertanda Baik
01:29
Video thumbnail
Cegah Penularan Covid 19, Besuk Tahanan Dilarang
01:35
Video thumbnail
Rutan Polresta Membludak, Mayoritas Tahanan Narkoba dan Kriminal
02:19
Video thumbnail
Pantai di Klungkung Akan Dibuatkan Tanggu Pengaman
01:44
Video thumbnail
Pasca Berstatus Zona Hijau, RSU Klungkung Kembali Rawat Pasien Covid 19
02:13
Video thumbnail
Atlet Muaytai Klungkung Raih Lima Medali di Kejurnas Makassar
02:12
Video thumbnail
Warga Resah, Babi Milik Warga Abang Mati Misterius
02:01
Video thumbnail
Pasien Isoman di Denpasar Mulai Dipindahkan ke Isoter
02:17
Video thumbnail
Rest Area Goa Jepang Akan Menjadi Tempat Rekreasi
01:44
Video thumbnail
Hindari Tahanan Kembali Kabur, Polres Revitalisasi Sel
02:23
Video thumbnail
Hadapi Varian Omicron, Masyarakat Jangan Panik, Tetap Disiplin Prokes
02:50
Video thumbnail
Pengamen dan Gepeng di Denpasar Dipulangkan ke Daerah Asal
02:15
Video thumbnail
Harga Minyak Goreng di Klungkung Dipastikan Stabil
02:02
Video thumbnail
Pelayanan Vaksinasi Booster di Puskesmas Mulai Dilakukan
02:07
Video thumbnail
Seminggu, Minyak Goreng di Buleleng Harus Menyesuaikan di Harga Rp 14 Ribu
01:53
Video thumbnail
Vaksin Booster Sudah Bisa Dilakukan di Puskesmas, Ini Syaratnya
01:36
Video thumbnail
Polisi Bubarkan Kerumuman yang Bisa Meresahkan Masyarakat
01:36
Video thumbnail
BLT DD di Buleleng Kembali Bergulir
02:32
Video thumbnail
Ciptakan Ekosistem Ekonomi Digital, Bandara Ngurah Rai Dukung QRIS
03:10
Video thumbnail
Monumen “Sita Kepandung” Akan Dibangun di Simpang Enam Denpasar
03:20
Video thumbnail
Tiga Tahanan Kasus Pencurian Kabur
01:20
Video thumbnail
Desa Adat Buleleng Sepakat Tak Buat Ogoh Ogoh
02:42
Video thumbnail
Berkunjung ke Gianyar, Kak Seto Ajak Anak Dengarkan Dongeng
02:52
Video thumbnail
Korsleting Kerap Jadi Pemicu Kebakaran, Damkar Karangasem Himbau Warga Perhatikan Instalasi Listrik
01:52
Video thumbnail
Bali Kembali Dipilih Jadi Tuan Rumah Event Bertaraf Internasional
03:01
Video thumbnail
Harga Bawang Merah Turun Petani Kintamani Menjerit
02:08
Video thumbnail
Capaian Vaksin Sudah Penuhi Target, Buleleng Siap Terima Booster Dosis III
01:55
Video thumbnail
Pawai Ogoh Ogoh di Jembrana Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19
03:42
Video thumbnail
Vaksinasi Anak Usia 6 11 Tahun Masuk Dosis ke II
02:23
Video thumbnail
Vaksin Booster Dimulai, Masyarakat Diminta Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi di PeduliLindungi
02:09
Video thumbnail
Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga
02:44
Video thumbnail
Penjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan
02:21
Video thumbnail
Cegah Terjadinya Banjir, Pembersihan Saluran Air di Denpasar Terus Digencarkan
02:06
Video thumbnail
Badai dan Puting Beliung di Selat Bali, Penyeberangan Kembali Lumpuh
01:52
Video thumbnail
PTMT 100 Persen di Buleleng Sudah Mulai Dilakukan, Prokes Harus Tetap Diawasi
02:14
Video thumbnail
Tekan Penularan Kasus, Tracing Jemput Bola Terus Digencarkan di Denpasar
02:01
Video thumbnail
Diterjang Derasnya Air Sungai, Akses Jalan Menuju Villa dan Pantai di Tegal Besar, Klungkung Putus
01:42
Video thumbnail
Selama Dua Minggu Kasus Covid-19 Naik, Satgas Minta Warga Lebih Waspada
01:38
Video thumbnail
Tambah Daya Tarik Wisatawan, Pantai Jungutbatu, Nusa Penida Akan Ditata
02:14
Video thumbnail
Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Vaksin Booster Ilegal
02:14
Video thumbnail
Puluhan Ekor Penyu Hasil Tangkapan Pangkalan TNI AL Dilepas di Pantai Kuta
01:30
Video thumbnail
Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk Sempat Ditutup
01:48
Video thumbnail
Penanganan Omicron Diminta Fokus ke Faskes, Bukan Lagi pada Angka Penularan
02:25
Video thumbnail
Seniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944
01:45
Video thumbnail
Pembuatan Ogoh-ogoh Diizinkan, MDA Buleleng Tekankan Beberapa Poin
02:29
Video thumbnail
Dengan Penerapan Prokes Ketat, Pawai Ogoh-ogoh Akan Digelar di Denpasar
03:33
Video thumbnail
Antisipasi Varian Baru, Kodim 1609/Buleleng Rapid Acak di Sekolah
02:42
Video thumbnail
Bus Sekolah di Buleleng Mulai Uji Coba Layani Trayek Dalam Kota
02:37
Video thumbnail
Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi
01:41
Video thumbnail
Disdikpora Karangasem Persiapkan PTM 100 Persen
01:19
Member of