25 C
Denpasar
27/02/2021, 8:01 AM
Beranda Editor's Picks Tukar Sampah Dengan Beras, Cara Desa Sayan Ringankan Warga Terdampak Covid -19

Tukar Sampah Dengan Beras, Cara Desa Sayan Ringankan Warga Terdampak Covid -19

balipuspanews google news

GIANYAR, balipuspanews.com – Dalam upaya membantu warga desa yang terdampak pandemik Covid-19, Desa Sayan Kecamatan Ubud, Giayar mengembangkan program menukar sampah dengan beras dengan semboyan “Datang Bawa Sampah, Pulang Bawa Beras”.

Program ini diilhami dari filosofi Among Krisma Kerti yang diambil dari Kosmologi Hindu yakni “Sad Kerti”. Nilai ajaran ini diyakini oleh masyarakat Bali sebagai upaya untuk menjaga hubungan kesucian dan keseimbangan alam semesta beserta isinya.

“Among Krisma Kerti memiliki makna sebuah upaya untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian rumah kita sendiri. Rumah dalam konteks ini dapat dimaknai sebagai habitat tempat tinggal kita yakni Desa Sayan. Menjaga keseimbangan tempat kita tinggal tidak hanya cukup dengan prinsip keadilan sosial yakni memastikan masyarakat tercukupi kebutuhan pokok hidupnya seperti makanan,” kata Perbekel Desa Sayan I Made Andika saat diikonfirmasi pada Kamis (4/6).

Menurut Andika, wabah Covid-19 telah memukul sektor pariwisata yang menjadi sektor ekonomi utama bagi masyarakat Bali.

Banyak pekerja non – formal dari sektor pariwisata yang saat ini sangat terpuruk kehidupannya. Kondisi ini juga terjadi di Desa Sayan yang merupakan sebuah kawasan pariwisata yang sudah mendunia.

Selain kehilangan sumber mata pencahrian, himbauan #stay at home dan sejenisnya juga semakin menyulitkan ruang gerak masyarakat untuk mencari penghasilan bertahan hidup.

Meski sudah ada bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah, tapi belum benar – benar dapat mengatasi masalah. Maka dari itu, saat ini beras menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat desa untuk bisa bertahan hidup.

Andika mengungkapkan wabah Virus Corona sejatinya tidak hanya terkait tentang persoalan sosial, tapi juga lingkungan.

Desa Sayan sebagai sebuah kawasan pariwisata, diperkirakan menghasilkan sampah sekitar 6 – 10 ton per hari yang berasal dari aktivitas masyarakat dan pariwisata. Merespon masalah ini, di Sayan sudah terdapat empat Bank Sampah yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Banjar.

Empat bank sampah ini bernama Bank Sampah Kaswari (Banjar Penestanan Kelod), Bank Sampah Penestanan Asri (Banjar Penestanan Kaja), Bank Sampah Kedassih (Banjar Pande), dan Bank Sampah Luwu Mas (Banjar Mas).

“Atas inisiasi Bank Sampah yang didukung pihak banjar, desa dinas-adat , anak muda desa, pelaku usaha pariwisata dan pihak lainnya lahirlah program “Datang Bawa Sampah, Pulang Bawa Beras”. Sebuah kegiatan sosial berbagi sambil mengedukasi. Program ini tidak hanya merealisasian keadilan sosial namun juga keadilan alam menuju kehidupan yang berkelanjutan,” papar pria yang merupakan perbekel termuda di Gianyar tersebut.

Kegiatan sosial berbagi sambil mengedukasi ditengah wabah Covid-19 ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa agar tetap bisa makan dan bertahan hidup ditengah krisis ekonomi dan kesehatan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah plastik bagi kehidupan manusia.

Tujuan lainnya yaitu menyadarkan masyarakat untuk tetap membiasakan perilaku peduli lingkungan, serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang nilai tambah sampah plastik bagi perekenomian mereka.

“Acara ini akan berlangsung selama 4 hari di empat Bank Sampah pada masing – masing banjar, dimulai tanggal 6 – 9 Juni 2020, Pukul 10.00 Wita sampai selesai. Sistem yang akan digunakan agar sampah plastik bisa ditukar dengan beras adalah sistem Total Poin yang dikonversi menjadi beras dalam satuan Kg,” jelas pria yang akrab dipanggil Deco.

Andika menyampaikan Program “Datang Bawa Sampah, Pulang Bawa Beras” ini dapat diwujudkan melalui sistem donasi dari sejumlah pihak yang peduli pada penyelamatan lingkungan dan aksi sosial kemanusiaan.

Donasi berupa uang tunai atau langsung berbentuk Beras yang diberikan kepada pihak panitia. Program ini membutuhkan setidaknya 2 ton Beras yang nanti akan ditukarkan dengan sampah plastik.

Dalam penyelenggaraan acara ini, pihak panitia telah mempersiapkan prosedur pengaturan secara ketat dengan tetap menerapkan aturan protocol kesehatan sesuai himbauan yang disarankan pemerintah yaitu wajib masker, mencuci tangan, jaga jarak 2 meter, penyenportan disinfektan pada area publik.

Pencegahan kerumunan dilakukan dengan cara memberikan jadwal jam yang berbeda dan membagi nasabah Bank Sampah ke dalam beberapa kelompok.

Penulis/Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Video thumbnail
Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah
00:52
Video thumbnail
6 Jenis Salam Pengganti Jabat Tangan yang Populer di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Lindungi Lansia dari Covid-19
00:44
Video thumbnail
Tips Aman Nyoblos di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Pergi Bekerja
00:56
Video thumbnail
Tips Menggunakan Kendaraan Umum di Masa Pandemi
01:05
Video thumbnail
Tips Aman Makan di Rumah Makan di Masa Pandemi
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker
00:50
Video thumbnail
Penggunaan Masker yang Benar
01:18
Video thumbnail
Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi
00:51
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja ke Supermarket
00:57
Video thumbnail
Tips Aman Berjualan di Masa Pandemi
00:45
Video thumbnail
Cara Mencuci Masker Kain Dengan Benar
02:25
Video thumbnail
Manfaat Menggunakan Masker Dengan Benar
00:45
Video thumbnail
Tips Aman Keluar Rumah di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Tips Aman Berbelanja di Pasar di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan Driver Taksi Online
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi Driver Ojek Online di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan Bagi Pekerja di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Tips Aman Menggunakan Taksi Online di Masa Pandemi Covid-19
00:54
Video thumbnail
Tips Aman Menaiki Ojek Online di Masa Pandemi
01:10
Video thumbnail
Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:26
Video thumbnail
7 Langkah Mencuci Tangan Benar
01:09
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:50
Video thumbnail
Etika Batuk yang Benar
00:51
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:49
Member of