SEMARAPURA,balipuspanews.com- Datangnya Hari Raya Tumpek Landep yang bertepatan dengan Sabtu (25/5) secara serentak umat Hindu dimanapun berada menghaturkan sembah bakti dan upakara otonan maupun upakara untuk seluruh peralatan yang terbuat dari besi seperti peralatan rumah,sepeda gayung, sepeda motor, mobil dan lain lainnya yang terbuat dari besi.
Namun ada hal yang sangat spesial dan menggelitik terkait kedatangan Hari Tumpek Landep ini yaitu para pemilik permandian motor maupun mobil yang ada di Bali khususnya di Klungkung ini.
Betapa tidak dihari jelang hari tumpek landep ini seluruh warga utamanya yang memiliki sepeda,sepedamotor maupun mobil sejak pagi pagi buta sudah membawa semua yang disebutkan tadi kepermandian mobil. Tentu saja ini merupakan berkah rekeji bagi pemilik permandian mobil tersebut.
Bagi pemilik permandian mobil Karya Sejati diperbatasan Jelantik – Kamasan Mangku Sudana ketika ditemui kebanyakan menyatakan mengaku bersukur dengan adanya rejeki dihari Tumpek Landep ini.
“ Ya setiap rahinan Tumpek Landep sejak pagi pagi buta sudah menyatakan menitipkan mobilnya dulu agar dapat leboh awal dicuci,”ujar Jro Mangku asal Banjar Sangging,Kamasan,Klungkung ini sumringah. Diakuinya tenaganya hanya terbatas tentu hal ini menghambat kecepatan pelayanan untuk mencuci mobil pelanggan yang datang.
Sementara itu ditemui Ketut Suwartika(53) pemilik permandian sepeda motor “ Beben Motor” di Banjar Jelantik Kuribatu,Desa Tojan,KLungkung ditemui menyatakan rasa sukurnya atas rejeki yang diterimanya. Diakuinya sejak beberapa hari ini sekitar 3 hari menjelang Rahinan Tumpek Landep ini sejak pagi pagi buta antrean sepeda motor sudah menumpuk.
“ Sejak tiga hari yang lalu antrean sudah menumpuk untuk antre motornya dicuci. Memang rejeni banyak datang hanya tenaga kita yang terkuras. Bayangkan sejak pagi pagi buta kita sudah banting tulang untuk nyuci kendaraan bahkan sampai jauh malam bisa sampai pukul 10 malam,”terangnya kelelahan.
Dia mengaku hanya istirahat makan saja untuk makan ,malah untuk merokokpun tidak sempat karena saking banyaknya antrean motor.
Walaupun payah KetutSuartika(53) menyatakan syukur atas rezeki yang datang itu datangnya cuma enam bulan sekali .Menurut ayah dua orang anak ini penghasilannya rejeki yang diterimanya diakuinya cukup lumayan lah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Dari pantauan wartawan tampak sekitar 50 sepeda motor berderet antre untuk dicuci.
“Ya jelang Tumpek Landep ini harga ongkos cuci untuk 1 sepeda motor harganya tetap dibanderol dengan harga Rp15.000. Ya cukup untuk kebutuhan rumah tangga sekecil apapun rezeki yang diterima patut disyukuri,”ujar Suwartika ketawa bahagia.
Menurutnya seraya berfilsapat asal mau berusaha ,tuturnya berteori rezeki pasti menghampiri dan pasti datang asal kita mau berusaha dan mau bekerja,kilahnya. (Roni/bpn/tim)



